11 Cara Jual Baju Preloved: Cepat Laku dan Tetap Untung


Cara jual baju preloved tentu akan sedikit berbeda dengan menjual baju baru, namun barang bekas satu ini pun banyak diincar. Sebelum memulai jual baju bekas milikmu, ada beberapa detail yang perlu kamu perhatikan, salah satunya adalah cek kondisi barang dengan cermat.

Cara Jual Baju Preloved Cepat Laku

Ketika menjual baju bekas, ada beberapa hal yang tidak boleh dilewatkan karena bisa berpengaruh pada keputusan pembeli. Berikut adalah tips menjual baju bekas yang bisa kamu terapkan:

1. Tentukan Lokasi Jualan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi berjualan. Jika ingin menjualnya langsung, kamu bisa mengikuti acara seperti bazar, berjualan di pasar kaget, atau ikut acara yang bertajuk garage sale.

Pilihan lainnya adalah menjual secara online. Kamu juga bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Apabila jumlah baju tidak terlalu banyak, menjualnya secara online lebih memungkinkan.

2. Pilih Platform untuk Jualan Online

Cara jual baju preloved selanjutnya dilakukan setelah kamu memutuskan untuk menjual bajunya secara online. Ada banyak platform jualan yang bisa kamu pilih, beberapa platform yang memang fokus pada penjualan barang bekas bisa kamu jadikan pilihan utama.

Meskipun begitu, kamu juga tetap bisa memasarkannya di platform yang lebih umum menjual barang baru, tapi jangan lupa memberikan keterangan detail produk tersebut adalah produk bekas pakai.

3. Pastikan Barang dalam Kondisi Baik

Sebelum memasarkan baju bekas, pastikan dulu baju dalam keadaan baik. Cuci dan setrika baju hingga rapi dan menyerupai baju baru. Apabila terdapat cacat seperti jahitan terlepas, lebih baik perbaiki dulu.

Jika ada cacat yang tidak bisa diperbaiki seperti adanya noda, baju terkena lunturan, atau cacat lainnya, kamu cukup memberitahukan informasi tersebut pada deskripsi produk. Sertakan juga foto bagian yang cacat tersebut agar pembeli bisa tahu seberapa parah cacat yang dimaksud.

4. Foto Produk dengan Jelas

Setelah produk sudah rapi, cara jual baju preloved selanjutnya adalah melakukan sesi foto produk. Fotolah produk seperti layaknya produk baru. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kamu harus mengambil foto detail produk. Ambillah sebanyak-banyaknya foto agar kamu memiliki banyak pilihan.

Selain foto baju yang sedang digantung, sebaiknya kamu juga memperlihatkan foto ketika baju ketika sedang dipakai agar pembeli bisa membayangkan bagaimana jika produk tersebut dipakai. Perlu kamu ketahui juga produk baju biasanya akan terlihat lebih menarik ketika digunakan.

5. Beri Tahu Alasan Menjual Produk

Biasanya seseorang menjual barang preloved dengan alasan tertentu, misalnya karena sudah tidak muat lagi, salah membeli ukuran, atau bisa juga karena memang ingin membeli baju yang lain. Selain itu, ada juga yang menjual baju preloved untuk keperluan amal.

Apa pun alasan kamu menjual baju tersebut, sebaiknya beri tahu kepada pelanggan alasan tersebut karena ini bisa menjadi salah satu nilai tambah dari produk tersebut.

6. Deskripsikan Kelebihan dan Kekurangan Produk

Cara jual baju preloved agar cepat laku selanjutnya adalah dengan menjelaskan kelebihan dan kekurangan produk dengan jelas. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kamu bahkan sebaiknya melampirkan bukti foto dari kekurangan produk.

Kejujuran sangat penting ketika kamu menjual barang bekas karena bila pembeli kecewa, kamu bisa mendapatkan review jelek yang akan menurunkan reputasi tokomu. Kelebihan produk juga tentu tidak boleh lupa dituliskan karena ini yang akan membuat pembeli tertarik dengan produkmu.

7. Beri Harga Wajar

Terkadang memang sulit menentukan harga baju bekas. Kamu tentu merasa sayang memberikan harga yang jauh lebih murah dari harga beli kamu, tapi kamu harus sadar juga bahwa barang bekas tentu nilainya sudah turun. Jadi berikanlah harga wajar sesuai dengan kondisi barang tersebut. 

8. Informasikan Harga Awal

Ini juga termasuk hal yang harus diperhatikan ketika menjual baju bekas. Ketika kamu memberi tahu berapa harga produk tersebut saat kamu beli, pembeli jadi bisa menghitung berapa keuntungan yang dia dapat dari membeli baju bekas dibandingkan membeli baju baru.

Informasi ini sangat penting terutama bila baju yang kamu jual baru dipakai beberapa kali atau bahkan belum pernah kamu pakai sama sekali.

9. Beri Tahu Usia Barang

Cara jual baju preloved cepat laku selanjutnya adalah dengan memberi tahu usia barang. Selain harga saat membeli, kamu juga sebaiknya memberikan informasi tentang sudah berapa lama kamu memiliki baju tersebut.

Meskipun ini tidak selalu menggambarkan kondisi produk karena kondisi lebih bergantung pada pemakaian, tapi ini juga biasanya menjadi pertimbangan beberapa orang ketika membeli baju bekas.

10. Tentukan Segmentasi Pasar

Sama halnya seperti bisnis lainnya, menentukan segmentasi pasar juga merupakan salah satu hal yang penting dilakukan ketika menjual baju bekas. Kelompok konsumen yang berbeda akan membutuhkan strategi berbeda juga untuk dapat menggapainya. Inilah alasan mengapa kamu perlu menentukan segmentasi pasar.

11. Deskripsi Produk Harus Jelas

Hal terakhir yang perlu diperhatikan ketika menjual baju bekas online adalah memerhatikan deskripsi produk. Mulai dari nama produk, kategori, jenis produk, hingga deskripsinya harus benar-benar jelas. Semakin jelas sebuah deskripsi maka akan semakin mudah pembeli menemukan kamu.

Itu dia cara jual baju preloved yang bisa kamu coba terapkan. Umumnya baju preloved merujuk pada barang bekas milik pribadi yang dijual kembali. Apabila kamu ingin memperluas bisnis baju bekas, kamu juga bisa membuat thrift shop yang tidak hanya menjual baju bekas milikmu, tapi juga baju yang bisa kamu buru dari pasar baju bekas.

Perluas jangkauan bisnis kamu dengan membuat website toko online kamu sendiri. Tak perlu memikirkan biaya besar karena kamu bisa membuatnya secara gratis di Praktisidigital. Yuk, buat website toko sekarang juga!