8 Modus Penipuan Online Terbaru dan Cara Menghindarinya


Saat ini modus penipuan online semakin beragam dan berbahaya. Jika kamu tidak berhati-hati dalam menggunakan internet, bukan tidak mungkin kamu bisa kena tipu. Ketahui apa saja jenis penipuan digital agar tidak menjadi salah satu korbannya!

Daftar Modus Penipuan Online dan Cara Menghindarinya

1. Email Phishing

Phishing adalah kejahatan siber yang dilakukan dengan tujuan mencuri akun target. Istilah ini berasal dari kata “fishing” yang artinya memancing. Hingga kini modus penipuan online phishing masih menjadi salah satu yang paling populer. 

Salah satu bentuk yang paling umum adalah email phishing. Email dirancang seolah-olah berasal dari sumber yang sah seperti PayPal, bank, atau organisasi resmi lainnya. Penjahat dapat mengambil data kamu ketika kamu mengeklik URL yang dikirim atau lampiran yang ada pada email tersebut.

2. Web Phishing

Jenis phishing yang juga umum selanjutnya adalah web phishing yang menggunakan website palsu untuk mengelabui target.

Ketika kamu melakukan login ke akun tersebut, mereka bisa mendapatkan informasi seperti email dan password kamu.

Website palsu ini biasanya memiliki URL yang mirip dengan aslinya, contohnya toko-talk.com, padahal yang benar adalah praktisidigital.com

3. Mobile Phishing 

Mobile phishing adalah modus phishing melalui SMS palsu, pesan media sosial, pesan suara, maupun pesan dari aplikasi lainnya. Isi pesan biasanya meminta kamu untuk memperbarui detail akun, mengganti password, atau bahwa ada yang mencoba login ke akun kamu. 

BACA JUGA :  Apa Produk Terlaris di Indonesia Sepanjang 2020?

Pesan tersebut umumnya menyertakan tautan yang jika kamu klik maka akan mencuri informasi pribadi kamu atau mengakibatkan malware masuk ke perangkat ponselmu.

4. Spear Phishing

Bentuk phishing yang satu ini lebih tertarget daripada dua sebelumnya. Jika sebelumnya target ditentukan secara acak, penjahat sudah lebih dulu menargetkan dan mengumpulkan data korban pada modus yang satu ini.

Spear phishing dapat berupa email maupun mobile phishing, namun bahasa yang digunakan lebih familiar dan mendesak sehingga mendorong korban untuk langsung bertindak.

5. Account Take Over

Account take over atau pengambilalihan akun dapat terjadi jika kamu tidak sengaja memberikan data dan informasi pribadi. Beberapa di antaranya seperti tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat rumah, foto KTP, NPWP, dll.

Informasi ini dapat digunakan untuk mengambil alih kartu/kredit atau debit maupun akun digital kamu lainnya.

6. SIM Swap Fraud

SIM swap fraud adalah modus pengambilalihan akun dengan menggunakan kartu SIM korban. Data korban biasanya dikumpulkan melalui media sosial.

Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, penipu akan mendatangi gerai seluler untuk mendapatkan kartu SIM baru dengan nomor tersebut. Pelaku pun dapat dengan mudah login ke berbagai akun kamu dengan adanya nomor tersebut.

7. Modus Penipuan Online via WhatsApp

WhatsApp adalah salah layanan tukar pesan dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Kini banyak modus penipuan online yang dilakukan melalui aplikasi ini.

Penipuan dapat berkedok kasir minimarket yang meminta OTP, modus undian hadiah, hingga bantuan pemerintah. Dulunya modus seperti ini juga ramai dilakukan via SMS, tapi kini kebanyakan berpindah ke WhatsApp.

8. Online Shopping Scams

Kasus penipuan berkedok online shop juga banyak terjadi.

BACA JUGA :  Pentingnya Menyediakan Metode Pembayaran yang Beragam

Mulai dari online shop yang kabur setelah menerima pembayaran, mengirim barang palsu, hingga berpura-pura memberikan kamu hadiah giveaway namun menyuruh kamu transfer sejumlah uang untuk menebus hadiah tersebut.

Pastikan kamu mengetahui ciri-ciri toko online palsu dan selalu melakukan transaksi di toko online terpercaya.

Tips Menghindari Penipuan Online

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghindari penipuan digital:

  • Jangan sebarkan informasi pribadi di media sosial, jaga data pribadi dengan baik.
  • Buat password yang kuat untuk semua akun digital kamu.
  • Jangan pernah berikan OTP ke siapa pun, bahkan orang yang kamu kenal.
  • Jangan pernah klik link dari sumber yang tidak jelas.
  • Jangan sembarangan login sebelum mengecek URL dan memastikannya aman.
  • Gunakan jaringan WiFi dan VPN yang aman, terutama yang tidak berbayar dan aksesnya bebas.
  • Jangan mudah tergiur diskon dan harga murah.
  • Jangan pernah bersedia untuk memberikan sejumlah uang untuk menebus hadiah atau sejenisnya.
  • Hindari mengunduh aplikasi yang tidak terpercaya di ponsel maupun laptop kamu.

Itu dia berbagai modus penipuan online dan cara menghindarinya. Transaksi apa pun yang dilakukan secara online harus dilakukan dengan hati-hati, ya!

Lalu, apakah Praktisidigital penipu? Jawabannya tentu tidak karena Praktisidigital adalah platform yang aman bagi penjual maupun pembeli.

Sudah banyak juga yang membuktikan buat website toko online aman di Praktisidigital. Tunggu apa lagi? Yuk, daftar dan buat toko online di Praktisidigital sekarang!