Neto, Bruto, Tara: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Hitung


Istilah neto, bruto, tara sering kali kita lihat, tapi apa sudah tahu arti dan perbedaannya? Istilah ini terkait dengan berat suatu produk. Kata yang paling umum kita temui dalam kemasan produk biasanya adalah netto atau berat bersih.

Apa Itu Neto?

Netto atau neto adalah berat bersih suatu barang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) neto artinya bersih (tentang gaji, pendapatan, timbangan, dan sebagainya).

Umumnya di kemasan suatu produk tertera netto ini yang merupakan berat bersih dari produk dan tidak termasuk dengan berat kemasannya. Contohnya kamu membeli sebungkus keripik singkong, berat yang dimaksud adalah berat dari keripiknya saja.

Apa Itu Bruto?

Bruto adalah istilah untuk berat kotor. Menurut KBBI, bruto artinya kotor (tentang berat, gaji, hasil keuntungan, pendapatan).

Apabila pada kemasan suatu produk tertera berat ini, artinya itu merupakan berat secara keseluruhan yang meliputi isi dan kemasan produk.

Apa Itu Tara?

Tara merupakan berat dari kemasan suatu barang. Menurut KBBI, tara diartikan sebagai selisih antara berat bruto dan neto atau potongan harga barang yang dinyatakan dengan persen (uang, bobot) dengan pengganti pembungkusnya (petinya dan sebagainya).

Nilai dari berat ini terkadang dinyatakan dalam persentase.

Cara Menghitung Neto, Bruto, Tara

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa memang tiga istilah ini berhubungan erat. Sangat penting memahami istilah-istilah ini saat kamu menjalani sebuah bisnis karena memang istilah ini terkait dengan dunia jual beli. Sebagai penjual, tentu kamu harus mengetahui ketiga komponen ini untuk setiap produkmu.

BACA JUGA :  Direct Selling: Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips

Ketiga komponen ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan sudah pasti dimiliki setiap produk. Kita perlu mengetahui paling tidak dua komponen untuk dapat menghitung komponen lainnya.

Berikut adalah cara menghitung neto, bruto, dan tara dan contoh kasusnya:

1. Cara Menghitung Netto

Rumus netto atau berat bersih adalah sebagai berikut:

Neto = Bruto – Tara

Contoh perhitungan:

Seorang penjual martabak telur membeli 1 peti telur dengan berat bruto sebesar 15 kg. Kemudian sang penjual martabak tersebut meminta kepada penjual telur untuk menimbang berat dari peti telur tersebut karena ia ingin mengetahui berapa jumlah telur yang ia dapatkan. Ternyata berat petinya adalah 500 gram atau 0,5 kg. Jadi, berapakah berat bersihnya:

Berat bersih = 15 kg – 0,5 kg

Berat bersih = 14,5 kg

Jadi total berat telur yang didapatkan oleh penjual martabak telur adalah sebanyak 14,5 kg per peti.

2. Cara Menghitung Bruto

Berat kotor adalah berat produk beserta dengan kemasannya. Mengapa perlu diketahui?

Biasanya pada kemasan sebuah produk tertera berat bersih, tapi ketika kita ingin memasukkan berat produk pada katalog produk di e-commerce, yang dibutuhkan adalah berat kotor. Berat ini lah yang akan memengaruhi perhitungan ongkos kirim.

Rumus bruto atau berat kotor adalah sebagai berikut:

Bruto = Neto + Tara

Contoh perhitungan:

Ibu A menjual produk keripik singkong dengan berat bersih produk 250 gram. Berat packaging produk tersebut adalah sekitar 10 gram. Berapa berat kotornya?

Berat kotor = 250 gram + 10 gram

Berat kotor = 260 gram

Jadi berat yang digunakan untuk perhitungan ongkis kirim adalah 250 gram.

3. Cara Menghitung Tara

Umumnya tara dinyatakan dalam satuan berat dan ada juga dalam satuan persentase. 

BACA JUGA :  Product Life Cycle: Pengertian, Tahapan, Faktor, Contoh

Rumus tara atau berat kemasan adalah sebagai berikut:

Tara = Bruto – Neto

Tara = % Tara x Bruto

Contoh perhitungan:

Bapak Z membeli minyak goreng dengan berat 5 kg (tertera pada kemasan produk). Setelah menimbang minyak goreng beserta jerikennya, beratnya adalah 5,4 kg. Berapa berat tara dan persentasenya?

Berat wadah = 5,4 kg – 5,0 kg

Berat wadah = 0,4 kg atau 400 gram

Lalu, berapa persentase tara?

Tara = % Tara x Bruto

% Tara = (Tara : Bruto) x 100% 

% Tara = (0,4 : 5,4) x 100% = 7,4%

Jadi persentase berat kemasannya adalah 7,4% dari keseuruhan berat kotor produk.

Itu dia cara perhitungan berat bersih, berat kotor, dan juga berat kemasan suatu produk. Apa pentingnya mengetahui ketiga komponen ini?

Pertama tentu saja untuk memberi tahu pelanggan informasi lengkap tentang produk. Umumnya pelanggan ingin mengetahui berat bersih sebuah produk untuk memperkirakan apakah produk tersebut cocok dengan harga yang ditawarkan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penting juga untuk mengetahui berat kotor untuk estimasi ongkos kirim saat kita berjualan online. Apabila terdapat packaging tambahan yang cukup berat, ini juga tentunya harus diperhitungkan dengan cermat. Packaging tambahan ini harus dimasukkan ke dalam berat kotor juga.

Kini sudah tidak bingung ‘kan kalau mau jualan atau belanja online? Khusus untuk pemilik website toko online, jangan sampai salah untuk memasukkan informasi berat dan ukuran di deskripsi produk.

Mau transaksimu lebih praktis dan mudah? Segera buat website gratis di Praktisidigital!