17+ Istilah Keuangan Bisnis yang Perlu Kamu Ketahui!


Banyaknya istilah keuangan bisnis terdengar asing bagi pengusaha baru. Apalagi bila langsung bersentuhan dengan laporan keuangan yang dibuat oleh auditor maupun akuntan publik. Yuk, simak apa saja kamus keuangan bisnis di sini! 

Daftar Istilah Keuangan Bisnis Lengkap

Mengetahui dan memahami istilah keuangan bisnis dapat membantu kamu untuk menganalisa laporan keuangan maupun berita keuangan up to date saat ini. 

Kira-kira apa saja istilah keuangan bisnis yang perlu kamu ketahui? Simak langsung penjelasannya di artikel ini!

1. Jurnal Umum (General Ledger)

Jurnal umum dalam istilah bisnis merupakan buku besar yang berfungsi sebagai media pencatatan saldo akun perusahaan. 

Buku besar tersebut memuat laporan saldo debit, kredit dan total saldo terakhir. Jurnal umum dapat dijadikan pertimbangan apakah bisnis telah berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan sesuai dengan yang direncanakan. 

Pada pembuatan jurnal umum diperlukan seorang administratif dan seorang penanggung jawab. Jurnal umum dapat dibuat berdasarkan periode waktu bulanan maupun tahunan, terkadang bisa juga dibuat pada periode per triwulan.

2. Pembukuan (Bookkeeping) 

Pembukuan merupakan istilah dalam keuangan bisnis yang memuat dokumentasi keseluruhan riwayat transaksi secara terperinci. 

Pembukuan terdiri dari kronologis waktu, muatan instrumen, dan personil penanggung jawab. Sebagai pengusaha, kamu harus mengetahui secara terperinci transaksi bisnis yang terdapat di dalam pembukuan. 

Teknologi pembukuan terus berkembang dan semakin praktis. Dari mulai pencatatan manual menggunakan buku kas jurnal sampai penggunaan platform aplikasi akuntansi yang terintegrasi untuk melacak seluruh kegiatan transaksi secara otomatis. 

Selain itu, platform aplikasi akuntansi saat ini telah dilengkapi pembuatan diagram otomatis agar mudah terbaca oleh para pemangku kepentingan di sebuah perusahaan. 

3. Akuntansi (Accounting)

Akuntansi adalah suatu kegiatan pencatatan transaksi keuangan, pengelolaan laporan keuangan maupun menyampaikan informasi yang penting mengenai keadaan keuangan sebuah badan atau perusahaan. 

Mayoritas pemilik usaha mengenal dua proses dalam proses akuntansi, antara lain:

  • Akuntansi Tunai (Cash Accounting)

Akuntansi tunai adalah catatan pendapatan yang berdasarkan uang aktual masuk. Uang aktual masuk dapat berupa sebuah cek yang sah dan asli, maupun uang tunai yang berasal dari dalam maupun kas akun perusahaan. 

Bila terjadi pengeluaran tidak akan dipotong sampai telah dinyatakan lunas. Akuntansi tunai mengabaikan piutang atau utang, baik dalam bentuk tagihan maupun kasbon yang belum dibayar. 

  • Akuntansi Akrual (Accrual Accounting) 

Akuntansi akrual adalah istilah keuangan bisnis untuk catatan transaksi uang berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung. 

Pencatatan transaksi uang ini baru akan tidak akan dihitung saat pertama kali dibayarkan. 

Akuntansi akrual biasanya diterapkan oleh bisnis yang menawarkan produk jasa maupun faktual yang membutuhkan fitur kredit dalam pembayarannya. 

4. Akuntansi Aktiva (Assets) 

Aktiva atau yang lebih dikenal sebagai aset perusahaan merupakan suatu sumberdaya apapun yang dimiliki perusahaan dan memiliki suatu nilai. 

Pada pencatatan aktiva dikenal dengan dua kategori dasar, antara lain: 

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Aktiva lancar merupakan aset yang memiliki likuiditas tinggi dan dapat segera dikonversi dengan uang tunai dalam jangka waktu cepat (kurang dari satu tahun). 

Adapun contohnya seperti stok produk, mesin produksi, maupun dokumen kekayaan intelektual. 

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets

Aktiva tetap merupakan aset yang memiliki likuiditas rendah dan sulit untuk segera dikonversikan dengan uang tunai dalam jangka waktu cepat. 

Biasanya aktiva tetap bersifat barang tersier dan sulit untuk dijual dalam jangka waktu panjang. Contohnya seperti ruang kantor dan alat berat. 

5. Biaya Penjualan (Cost of Sales) 

Pada proses transaksi penjualan sebuah produk maupun jasa terdapat beberapa biaya variabel lain yang menyertai didalamnya. 

Pada saat pengusaha berencana meningkatkan penjualan produk maupun jasa yang akan dijual maka biaya penjualan akan meningkat. 

Contohnya adalah biaya tenaga kerja, sewa toko baru maupun kebutuhan pemasaran retail. Keseluruhan biaya tersebut akan digolongkan sebagai biaya penjualan. 

6. Pendapatan (Income) 

Hasil yang didapatkan dari prose jual yang dibayarkan oleh orang/badan lain kepada perusahaan kamu dapat dikatakan sebagai pendapatan. 

Selain itu pendapatan juga dapat diperoleh dari pembayaran surat saham yang disebar kepada publik, baik secara terbatas maupun tidak terbatas. 

Bila kamu memberikan keringan pembayaran kepada orang lain dalam bentuk kredit atau utang maka pendapatan yang diperoleh dikategorikan sebagai piutang dagang. 

Kredit yang diberikan kepada konsumen tidak dapat langsung dimasukan kepada pendapatan, sampai utang tersebut telah dibayarkan secara utuh. Tentunya di luar dari bunga (bila terdapat pada perjanjian piutang).

Selain income, ada juga istilah revenue untuk pemasukan dalam bisnis.  

7. Beban (Expenses) 

Beban atau dikenal sebagai expenses merupakan suatu instrumen beban saat terjadinya pengeluaran dalam proses produksi maupun transaksi yang tidak dapat dilepas. 

Beban sering identik dengan keuntungan yang didapatkan pada periode tertentu. Sehingga beban akan otomatis mengurangi pendapatan dan menjadi sebuah nilai laba bersih, sebelum pembayaran pajak selanjutnya. 

Beban juga dapat berfungsi sebagai standar penurunan manfaat ekonomi dari sebuah kegiatan pada suatu periode waktu tertentu. 

Hasilnya berupa sebuah nilai kas keluar. Beban dapat digunakan sebagai sebuah aset di luar aktiva yang didaftarkan dan akan berdampak pada persentase profitabilitas keuangan sebuah perusahaan.  

8. Kewajiban (Liabilities) 

Kewajiban adalah suatu hal yang wajib dibayarkan untuk melancarkan proses transaksi antara penjual dan pembeli, baik dalam bentuk tunai maupun utang. 

Saat kewajiban dibayarkan dengan utang maka tidak dapat dimasukan dalam aset perusahaan. 

Biaya tenaga kerja, pajak maupun bunga utang termasuk dalam kategori kewajiban. Liabilitas berbeda dengan beban karena suatu hal yang perlu dibayarkan segera agar dapat melancarkan pemasukan sebuah perusahaan. 

9. Akuntansi Ekuitas (Equity)

Ekuitas merupakan jumlah modal yang telah diinvestasikan dalam bentuk lain untuk keperluan modal bisnis. Totalan nilai ekuitas harus sudah dikurangi dengan nilai kewajiban yang perlu dikeluarkan. 

Contoh ekuitas yang biasanya terdapat di sebuah perusahaan seperti: emas, saham, reksadana, tanah, dan bangunan. 

10. Penyusutan (Depreciation) 

Beberapa aset  yang terdapat dalam suatu kegiatan usaha akan mengalami penyusutan. Penyusutan merupakan penurunan nilai aset dalam jangka panjang. 

Contoh aset yang mengalami penyusutan adalah peralatan kantor, laptop, mobil, dan masih banyak lagi. 

11. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) 

Margin laba kotor adalah satuan jumlah laba yang didapat dari proses transaksi sebelum adanya pengurangan biaya-biaya produksi atau jasa yang ditawarkan. 

Rasio margin laba kotor merupakan salah satu indikator kinerja penjualan suatu perusahaan yang dibandingkan langsung dengan efisiensi biaya produksi maupun jasa yang ditawarkan. 

Sebagai contoh, saat seorang pengusaha melakukan impor sebuah barang dengan harga $100, lalu dijual kembali dengan harga $130. 

Maka margin laba kotor yang didapatkan oleh pengusaha tersebut adalah $30, selisih antara harga barang impor dan harga jual ke konsumen akhir. 

12. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Margin laba bersih adalah istilah keuangan bisnis untuk satuan jumlah laba aktual yang didapatkan dari proses transaksi setelah terjadinya pengurangan biaya produksi atau jasa yang ditawarkan–maupun bunga dan pajak yang dibebankan kepada pengusaha. 

Rasio margin laba bersih yang didapatkan dapat menandakan kesehatan kas sebuah perusahaan. 

Sebagai contoh, saat seorang pengusaha memproduksi sebuah barang sebesar $30, lalu ditambahkan biaya distribusi, pajak, pemasaran  dan beberapa komponen lain sebesar $20. Sehingga total yang dibebankan saat produksi sebesar $50. 

Barang tersebut dijual ke pasaran dengan harga $120. Maka pengusaha tersebut memperoleh margin laba bersih tiap produknya sebesar $70, selisih antara total biaya produksi dan harga jual produk. 

Pelajari cara menghitung laba bersih di sini!

13. Neraca Saldo (Trial Balance)

Neraca saldo adalah hasil saldo yang didapatkan dari perhitungan debit dan kredit yang tercatat dalam pembukuan. 

Neraca saldo dicatat pada akhir bulan dan kuartal. Bila neraca saldo terjadi ketidakseimbangan maka akuntan harus mencari penyebab kesalahan yang terjadi dan memperbaikinya. 

14. Neraca Keuangan (Balance Sheet) 

Neraca keuangan adalah laporan keuangan secara menyeluruh dari satu waktu ke waktu yang lain yang tercatat pada neraca saldo. 

Neraca keuangan harus dapat menampilkan aset dan ekuitas yang dimiliki. Setelah dikurangi kewajiban dan beban yang perlu dibayarkan. 

15. Laporan Laba Rugi (Income Statement)  

Laba rugi merupakan kondisi alurnya keluar masuk uang yang terdapat di kas perusahaan. 

Alur uang tersebut harus tercatat secara detail dan periodik agar dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan ekspansi bisnis selanjutnya. 

16. Clearing Market

Keadaan pasar dimana harga produk di dalamnya cenderung fleksibel karena terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran. 

17. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) 

Laporan arus kas harus disajikan dalam waktu yang aktual yang mencatatkan arus uang keluar dan masuk. 

Selain itu laporan arus kas mencatatkan tempat uang tersebut berada. Menjaga arus kas secara stabil dapat membantu perusahaan kamu tetap sehat dan terhindar dari kebangkrutan. 

Ada banyak sekali kamus keuangan bisnis, ya! Cek juga jenis anggaran perusahaan di sini! 

Istilah Keuangan Bisnis Lainnya 

Setelah mengetahui beberapa istilah keuangan bisnis di atas, kamu mungkin saja membutuhkan beberapa informasi lain yang pastinya tidak boleh terlewatkan. Berikut selengkapnya.

  • Akte Pendirian: Dokumen validitas sebuah usaha berdiri dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum perdata. 
  • Analisis Ekuilibrium Parsial: Sebuah analisa perubahan pangsa pasar yang bersentuhan dengan brand/produk tertentu. 
  • Apresiasi: Kenaikan mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing di pasar valuta asing. 
  • Asuransi: Sebuah kesepakatan persetujuan penanggungan aset yang dilindungi sesuai dengan perjanjian premi yang telah disepakati antara pembeli dan perusahaan asuransi. 
  • Bank: Sebuah badan usaha yang berfungsi sebagai penghimpun dana dari masyarakat untuk digunakan kembali dalam bentuk investasi yang lain. 
  • Bank Sentral: Suatu badan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengendalikan peredaran uang serta menetapkan suku bunga secara berkala dalam pengkreditan di suatu negara. 
  • Bauran Kebijakan Fiskal dan Moneter: Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk merangsang aktivitas ekonomi nasional. 
  • Biaya Marjinal: Biaya tambahan yang dibebankan untuk menambahkan output yang akan dihasilkan. 
  • Biaya Minimum: Biaya yang akan didapatkan/dikeluarkan pada nilai terendah. 
  • Bond (Obligasi): Sertifikat dari pemerintah atau perusahaan yang menyatakan bahwa perjanjian pembayaran sejumlah uang beserta bunganya. 
  • Bunga: Pendapatan yang akan dibayarkan kepada personil/badan yang meminjamkan sejumlah uang. 
  • Bursa Efek: Tempat jual-beli surat efek perusahaan berdasarkan periode jangka waktu yang lama. 
  • Bahan Baku: Bahan mentah yang dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang jadi. Ada perhitungan biaya bahan baku sendiri. 
  • Barang Jadi: Hasil dari produksi yang siap diedarkan kepada konsumen akhir di pasar. 
  • Batas Utang: Jumlah utang maksimal yang diperbolehkan oleh regulator pemberi pinjaman uang. 
  • Bea Angkutan: Biaya pungutan yang dibebankan akibat terjadinya kegiatan pengangkutan barang. 
  • Capital-Output Ratio: Rasio stok modal berbanding dengan GNP tahunan. 

Itulah penjelasan singkat mengenai istilah keuangan bisnis yang perlu kamu ketahui, terutama saat membuat laporan keuangan. Mau belajar bisnis dari ahlinya? Kamu bisa bergabung di Praktisidigital Business Academy secara gratis. 

Selain itu, kamu bisa membuat toko online melalui Praktisidigital yang dilengkapi berbagai fitur canggih dan kekinian untuk bisnis di era digital saat ini. Gratis!