Airway Bill: Fungsi, Komponen, Cara Cek Status Resi, dll


Airway bill atau disingkat AWB adalah dokumen resmi tentang rincian pengiriman barang atau paket via udara yang dikeluarkan oleh agen ekspedisi. Pelajari lebih banyak tentang apa itu airway bill hingga cara cek statusnya! 

Apa Itu Airway Bill?

Dalam bahasa Indonesia, airway bill (AWB) disebut juga Surat Muatan Udara (SMU). Airway bill adalah resi pengiriman untuk paket yang dikirimkan dengan pesawat sebagai bukti pengiriman yang sah. 

AWB berisi informasi rinci tentang pengiriman paket (isi paket, pengirim dan penerima, syarat dan ketentuan, dan informasi lainnya) sehingga proses pengiriman berjalan lancar dan kamu bisa melacaknya dengan mudah. 

AWB adalah formulir standar yang didistribusikan oleh International Air Transport Association (IATA). Jadi, ada tiga pihak yang terlibat dalam AWB, yaitu pengirim, maskapai, dan penerima.

Formulir AWB harus diisi dan ditandatangani oleh pengirim dan pengangkut yang terlibat dengan jelas dan akurat sebelum paket dikirim. Sebagai kontrak yang mengikat secara hukum antara para pihak. 

Electronic Air Waybill

Resi pengiriman AWB secara elektronik atau disebut juga dengan e-airway bill atau e-AWB pertama kali diperkenalkan pada 2010. Hingga pada 1 Januari 2019 menjadi kontrak pengangkutan default untuk semua pengiriman kargo udara.

Dokumen AWB dengan dokumen kertas masih diterima, tapi lebih diutamakan AWB versi elektronik. Pasalnya, butuh banyak kertas untuk membuat resi kertas AWB dan lebih ribet untuk mengaturnya. 

BACA JUGA :  11 Penyebab Usaha Bangkrut yang Jarang Disadari Pebisnis

Fungsi Airway Bill

  • Bukti tanda terima barang oleh maskapai (agen ekspedisi).
  • Kontrak pengangkutan antara pengirim dan pengangkut.
  • Perjanjian hukum bahwa pengiriman akan dilaksanakan sesuai kontrak.
  • Berisi informasi rinci tentang paket tersebut, termasuk ketentuan kontrak tentang syarat dan ketentuan pengangkut.
  • Informasi deskripsi barang.
  • Informasi kontak di antara semua pihak. 
  • Informasi tagihan pengiriman. 
  • Informasi deklarasi bea cukai.
  • Informasi faktur pajak.
  • Informasi sertifikat asuransi.
  • Memudahkan pelacakan pengiriman secara real time melalui airway bill tracking number.
  • Bukti yang sah dan otentik bila mungkin ada masalah atau sengketa terkait pengiriman barang. 

Contohnya bila kamu melakukan pengiriman ke luar negeri atau memesan barang dari luar negeri dengan pengiriman udara, maka AWB ini sangat penting. Sebagai tanda bukti tentang rincian pengiriman agar paket bisa dikirimkan sesuai dengan tujuannya. 

Ada beberapa situasi di mana kamu tidak bisa cek status pengiriman terbaru dengan AWB, misalnya saat menggunakan voucher gratis ongkir atau ongkos kirim yang murah. Biasanya ada biaya tambahan untuk cek status pengiriman real time.

Komponen dan Format Airway Bill

Dokumen AWB adalah satu halaman dengan rincian informasi penting terkait pengiriman, namun diterbitkan dalam delapan set warna berbeda–di mana tiga salinan pertama adalah yang asli.

  • Salinan pertama AWB hijau adalah dokumen asli dari operator penerbit.
  • Salinan kedua AWB warna merah adalah salinan penerima. 
  • Salinan ketiga AWB warna biru adalah salinan pengirim. 
  • Salinan keempat warna coklat adalah tanda terima dan bukti pengiriman. 
  • Empat salinan lainnya berwarna putih. 

Berdasarkan UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dokumen AWB berisi rincian:

  • Tanggal dan tempat surat muatan udara dibuat.
  • Tempat pemberangkatan dan tujuan.
  • Nama dan alamat pengangkut pertama.
  • Nama dan alamat pengirim barang/kargo.
  • Nama dan alamat penerima barang/kargo.
  • Jumlah item, cara pengemasan, tanda-tanda istimewa (barang mudah pecah (fragile) atau tidak), atau nomor kargo yang ada.
  • Jumlah, berat, ukuran, atau besarnya kargo. Juga detail tentang berat kotor, berat yang dapat dikenakan biaya.
  • Biaya dan total biaya.  
  • Jenis atau isi kargo yang dikirim (makanan, pakain, bahan baku, dll).
  • Pernyataan bahwa pengangkutan kargo tunduk pada ketentuan dan perundang-undangan.
BACA JUGA :  Jualan Pintar dengan Statistik Pintar Praktisidigital

Dokumen AWB mungkin juga memuat informasi penting lainnya, seperti:

  • Charge atau biaya seperti biaya tambahan berat paket. 
  • Biaya pajak tambahan. 
  • Mata uang. 
  • Sertifikat asuransi.

Keterangan AWB lainnya:

  • Bagian kanan atas berisi informasi logo maskapai dan teks.
  • Nama carrier, alamat kantor, logo, dan nomor AWB.
  • Di bagian kiri atas berisi informasi untuk pengirim, penerima barang, agen, bandara keberangkatan, dan bandara tujuan. 
  • Tanggal, waktu, dan tempat eksekusi.
  • Tanda tangan.  

Cara Cek Status Airway Bill 

Cara cek status AWB sama saja dengan cek resi dengan jasa ekspedisi darat. Dapatkan nomor AWB dari pengirim atau marketplace tempat kamu belanja. Nomor AWB biasanya terdiri dari 11 digit angka. 

1. Melalui Situs Pengiriman Barang 

Biasanya, di situs penjualan online itu sudah ada laman khusus untuk status pengiriman barang. 

Salin nomor AWB dan lacak di situs resmi ekspedisi atau situs kargo yang mengirimkan paket kamu.  

2. Melalui Situs Resmi Pemerintah 

Pemerintah juga punya situs untuk melacak pengiriman luar negeri yang melalui proses perizinan dari Bea Cukai RI.

Kamu bisa cek AWB melalui beacukai.go.id/barangkiriman, lalu masukan nomor AWB, dan klik cari. 

Apakah Airway Bill dan Faktur Pajak Sama?

Berdasarkan aturan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) nomor per-33/pj/2014, Surat Muatan Udara (SMU) bisa diklasifikasikan sebagai dokumen yang kedudukannya sama dengan faktur pajak. Setidaknya, ada 14 jenis dokumen lainnya yang kedudukannya sama dengan faktur pajak.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menetapkan kedudukan AWB sama dengan faktur pajak karena:

  1. AWB adalah bagian dari faktur penjualan yang familiar di masyarakat luas. Konsepnya sama dengan kuitansi pembayaran atau tiket pesawat.
  2. Ada dokumen tertentu untuk kebutuhan ekspor/impor barang kena pajak berwujud.
  3. Pihak yang membuat faktur pajak adalah pihak yang menyerahkan barang. Namun karena biasanya barang itu berada di luar daerah pabean (kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu-lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai), maka AWB dianggap disamakan dengan faktur pajak.
BACA JUGA :  Ghost Shopping: Strategi untuk Meningkatkan Pelayanan Bisnis

Itulah pembahasan tentang airway bill. Bila kamu punya bisnis online, harus memahami AWB, ya!

Selain memahami tentang AWB, kamu juga perlu memaksimalkan pemasaran dengan buat toko online pribadi. Buat bisnis kamu lebih profesional menggunakan Praktisidigital. Daftar Praktisidigital gratis sekarang!