Apa Itu Profit? Definisi, Jenis, Rumus Cara Menghitung, dll


Profit atau laba adalah salah satu indikator keberhasilan sebuah bisnis. Ketika kita menjalani suatu usaha harus ada target pendapatan. Apabila targetnya tercapai, maka artinya strategi bisnis yang diterapkan juga sudah benar, namun apabila belum, bisa jadi harus ada yang diperbaiki.

Apa Itu Profit?

Profit adalah keuntungan yang didapatkan dari sebuah aktivitas bisnis dalam satu periode tertentu. Sebutan lainnya adalah laba yang terbagi ke dalam beberapa jenis.

Perhitungan profit ini dilakukan dengan mengurangi pendapatan atau omzet dengan biaya produksi dan biaya lainnya.

Jenis Profit

Terdapat tiga jenis keuntungan dengan perhitungan yang juga berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Laba Kotor

Laba kotor atau gross profit adalah penghasilan yang sudah dikurangi dengan HPP (harga pokok penjualan) tapi belum dikurangi dengan biaya lainnya. HPP sendiri merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa.

Umumnya yang termasuk biaya HPP adalah seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, hingga biaya overhead cost yang merupakan biaya yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap produksi.

2. Laba Operasi

Laba operasi atau operating profit adalah pendapatan yang sudah dikurangi dengan biaya produksi, tapi belum dikurangi dengan kewajiban finansial lain seperti pajak dan bunga dari pinjaman dan hutang. 

3. Laba Bersih

Laba bersih atau net profit adalah penghasilan yang sudah dikurangi dengan seluruh biaya, termasuk HPP, biaya operasional, pajak, bunga dari pinjaman dan hutang, penyusutan, dan biaya lainnya.

Pendapatan bersih bisa dikatakan sebagai pendapatan yang sebenarnya. 

Rumus dan Cara Menghitung Profit

Perhitungan profit tidak hanya dalam nominal uang saja tapi juga dalam persentase yang disebut dengan profit margin atau ratio profitabilitas

Ratio profitabilitas digunakan untuk memperlihatkan seberapa besar keuntungan dari kinerja perusahaan yang berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan. 

Apabila membandingkan keuntungan dua bisnis, hal yang harus dibandingkan bukan jumlah labanya, melainkan profit marginnya.

Bisa saja bisnis yang nominal labanya lebih kecil, tapi memiliki persentase margin yang lebih besar. Semakin besar persentasenya maka semakin baik.

Berikut adalah perhitungan margin berdasarkan jenisnya:

1. Cara Menghitung Laba Kotor atau Gross Profit

Rumus untuk menghitung laba kotor:

Laba Kotor = Pendapatan (Omzet) – HPP

Rumus untuk persentase margin laba kotor:

Margin Laba Kotor = [Laba Kotor : Pendapatan (Omzet)] X 100

2. Cara Menghitung Laba Operasi

Rumus untuk menghitung operating profit:

Laba Operasi = Pendapatan (Omzet) – HPP – Biaya Operasional – Biaya Lain (depresiasi, amortisasai, dll)

Rumus untuk menghitung operating profit margin:

Margin Laba Operasi = [Laba Operasi : Pendapatan (Omzet)] X 100

3. Cara Menghitung Laba Bersih

Rumus untuk menghitung laba bersih:

Laba Bersih = Pendapatan (Omzet) – Total Pengeluaran

Total pengeluaran yang dimaksud termasuk yang ada di rumus laba operasional ditambah dengan pajak hingga bunga pinjaman.

Rumus untuk menghitung margin laba bersih adalah sebagai berikut:

Margin Laba Bersih = (Laba Bersih : Total Pendapatan) x 100

Contoh Perhitungan Profit

Berikut adalah rincian informasi laporan laba rugi perusahaan ABC selama satu bulan:

  • Omzet atau pendapatan: Rp100.000.000 
  • HPP: Rp40.000.000
  • Biaya operasional: Rp10.000.000
  • Biaya administrasi: Rp10.000.000
  • Pajak dan bunga pinjaman: Rp5.000.000

Berdasarkan data di atas, berapa margin laba kotor, margin laba bersih, dan juga operation profit marginnya adalah:

Labar Kotor = Rp100.000.000 – Rp40.000.000 = Rp60.000.000

Margin Laba Kotor = [Rp60.000.000 : Rp100.000.000] x 100 = 60%

Laba Operasi = Rp100.000.000 – Rp40.000.000 – Rp10.000.000 – Rp10.000.000 = Rp40.000.000

Margin Laba Operasi = [Rp40.000.000 – Rp100.000.000] x 100 = 40%

Laba Bersih = Rp100.000.000 – Rp40.000.000 – Rp10.000.000 – Rp10.000.000 – Rp5.000.000 = Rp35.000.000

Margin Laba Bersih = [Rp35.000.000 : Rp100.000.000] x 100 = 35%

Jika ingin mengetahui apakah bisnis berjalan dengan lancar dan berkembang maka bisa dengan cara membandingkan satu periode perhitungan profit dengan periode sebelumnya.

Margin yang semakin naik menandakan bahwa bisnis terus berkembang dan bisnis tersebut sehat secara finansial.

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Bersih dan Kotor untuk Bisnis

Cara Meningkatkan Profit

Setiap pebisnis tentunya ingin meningkatkan pendapatan dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Cara meningkatkan profit adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kualitas Produk

Ketika kualitas produk meningkat, maka penjualan juga bisa meningkat dan harga jual juga bisa dinaikkan.

Jika bisa menaikkan harga lebih besar dari biaya HPP yang dikeluarkan, tentunya keuntungan juga akan jadi lebih besar.

2. Lakukan Promosi Lebih Luas

Ada banyak sekali platform yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan, mulai dari marketplace hingga media sosial.

Kamu bisa meningkatkan penjualan secara organik maupun dengan iklan. Hal yang penting adalah kamu mengetahui cara memaksimalkan semua fitur yang ada di setiap platform.

3. Berikan Promo Menarik

Promo menarik adalah salah satu cara praktis untuk meningkatkan penjualan.

Jenis promo ada banyak, mulai dari subsidi ongkir, promo ulang tahu, pay day, harbolnas, hingga liburan atau musim tertentu.

Meskipun kamu harus mengeluarkan biaya untuk promo tersebut, tapi penjualan yang meningkat akan tetap menghasilkan profit yang lebih tinggi dari biasanya. 

4. Meningkatkan Kualitas Layanan

Bukan hanya kualitas produk yang harus ditingkatkan, tapi juga dengan layanan.

Semakin banyak pelanggan yang puas dengan layanan bisnismu, maka akan semakin mungkin pelanggan tersebut membeli produk kembali atau bahkan mempromosikan produk kita ke orang di sekitarnya.

5. Buat Bundling Produk

Salah satu cara ampuh untuk meningkatkan profit adalah membuat product bundling. Cara ini juga sangat ampuh untuk mengurangi produk yang kurang laku di pasaran. 

Semakin banyak produk terjual dalam satu transaksi tentu akan semakin meningkatkan pendapatan. Meskipun begitu ada hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai terlalu murah menentukan harga bundling dan malah menjadi rugi.

6. Buat Website Toko Online

Transaksi online jadi lebih praktis dengan adanya wesbite toko online. Selain itu, website juga bisa meningkatkan awareness dan juga kredibilitas bisnis kamu.

Keuntungan lainnya adalah toko kamu jadi lebih mudah ditemukan dan juga bisa diakses dari mana saja dan kapan saja.

Tak perlu bingung dan takut keluar biaya besar untuk bikin website, kamu bisa membuatnya secara gratis di Praktisidigital!

Selain gratis, kamu juga bisa langsung berjualan tanpa perlu setting apa pun. Yuk, buat website dan mulai upload katalog produkmu sekarang!