9 Tips Mompreneur Sukses, Tetap Bisa Membagi Waktu!


Tips menjadi mompreneur sukses dengan mengatur manajemen waktu yang seimbang antara keluarga dan pekerjaan. Bisakah seorang wanita sukses dalam kedua area penting tersebut? Yuk, pelajari cara menjadi mompreneur yang berhasil dan berjaya dalam keluarga dan karir berikut ini! 

Apa Itu Mompreneur?

Mompreneur adalah istilah untuk seorang wanita yang menjalankan tugas sebagai seorang ibu sekaligus bekerja atau menjalankan usaha sendiri. Diambil dari kata ‘mom’ artinya ibu dan ‘preneur’ atau entrepreneur yang artinya pengusaha. 

Ya, seorang ibu kuat dan hebat yang dapat mengatur segalanya dalam mengurus keluarga dan mengembangkan bisnis di waktu yang sama. Dibutuhkan keahlian, strategi, kesabaran, manajemen yang baik, dan mental yang kuat untuk menjalani peran sebagai ibu sekaligus pengusaha. 

Menjadi ibu adalah pekerjaan penuh waktu, begitu juga menjadi pengusaha. Sementara menjadi mompreneur adalah sebuah prestasi yang luar biasa. 

Tips Mompreneur Sukses

Menjadi ibu dan entrepreneur berarti bertanggung jawab untuk keluarga dan menyalurkan nafkah pada tim kerja juga. 

Seorang mompreneur menyadari bahwa banyak pihak yang mengandalkannya, dan itulah sumber semangat untuk bekerja lebih baik di berbagai sektor.

Berikut ini cara dan tips menjadi ibu entrepreneur yang sukses tanpa mengabaikan tanggung jawab:

1. Memiliki Kemampuan Manajemen Waktu yang Baik

Bunda harus pandai membagi waktu antara mengurus keluarga dan bisnis. Jangan sampai mengisi banyak waktu untuk bisnis, tapi lupa meluangkan waktu dan memberi perhatian untuk anak-anak.

Sebaiknya juga tidak mencampur aduk waktu mengurus keluarga sambil bekerja dan sebaliknya. Bunda akan jadi tidak fokus dan pusing sendiri. 

Contoh manajemen waktu yang seimbang, bunda mulai kerja di pagi hari setelah menyiapkan kebutuhan keluarga seperti sarapan atau perlengkapan anak sekolah. Selesai bekerja di sore atau menjelang malam hari, kembali fokus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. 

Di hari libur atau akhir pekan juga ditetapkan sebagai waktu untuk keluarga. Gunakan aplikasi pengatur jadwal, online business tools, atau pengingat di ponsel untuk membantu melacak aktivitas sehari-hari agar tidak ada yang terlewatkan. 

2. Memiliki Disiplin Manajemen Keuangan yang Baik

Baik sambil bekerja atau tidak, ibu harus memiliki manajemen keuangan yang baik. Mulai dari mengatur biaya untuk membantu kebutuhan rumah tangga, kebutuhan anak-anak, tabungan, dan investasi.

Seorang ibu entrepreneur juga harus menghitung revenue, untung rugi, serta mengelola perputaran modal dan operasional bisnis. Jangan sampai keuangan rumah tangga dan bisnis jadi berantakan, tercampur, atau habis tanpa alokasi yang jelas.  

3. Memilih Jenis Bisnis yang Tepat 

Ada banyak jenis usaha sampingan ibu rumah tangga, mulai dari jual pakaian, bisnis kuliner, menjadi content creator, dan sebagainya. Bunda mungkin perlu coba dan belajar berbagai jenis bisnis hingga menemukan satu yang tepat. 

Apapun itu, bunda harus mencari dan memanfaatkan peluang bisnis dengan cermat. Terus belajar, percaya diri, pantang menyerah, kreatif, dan menggali mental pengusaha.

4. Meminta Bantuan dan Dukungan dari Keluarga 

Bantuan dan dukungan dari keluarga sangat penting. Misalnya, dukungan fisik di mana suami atau anggota keluarga lain bisa membantu pekerjaan rumah tangga. 

Bila memungkinkan, merekrut asisten rumah tangga sehingga ibu bisa fokus untuk membimbing anak, bermain, komunikasi, dan menghabiskan waktu berharga bersama anak-anak sembari mengurus bisnis. 

Dukungan emosional dari suami, anak, setiap anggota keluarga, dan rekan-rekan terdekat juga penting agar ibu selalu merasa semangat untuk melalui setiap hari yang penuh tantangan. 

5. Memperluas Networking

Ibu rumah tangga juga harus memperluas jaringan dan komunikasi agar bisnisnya lancar. Bergabung di komunitas, aktif di media sosial secara positif, bergaul dengan ibu-ibu lain, dan selalu menjaga hubungan baik dengan siapa saja. 

Perluas lingkup pergaulan dengan tulus. Semakin kenal banyak orang dapat membuka peluang bisnis yang tidak terduga. 

6. Mempelajari Kemampuan Marketing 

Kemampuan marketing mencakup banyak area, termasuk menganalisis pasar dan tren, melakukan riset pasar, memahami kebutuhan konsumen, bagaimana cara menarik minat pembeli, kemampuan promosi, melancarkan strategi baru, dan sebagainya. 

Semua ilmu itu biasanya dipelajari secara langsung dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Maka dari itu, bunda yang bekerja harus selalu membuka diri untuk belajar dan adaptasi dengan pembaharuan. 

7. Memperluas Jangkauan dengan Digital Marketing

Teknologi saat ini memungkinkan pengusaha untuk mengembangkan bisnis melalui media sosial dan website, itulah pendekatan digital marketing. 

Pengusaha juga harus menjadi creativepreneur dengan memasarkan produk melalui konten menarik di media sosial. Juga mempromosikan bisnis melalui merchant online untuk menjangkau calon konsumen yang lebih luas. 

Bila belum punya merchant online, kamu bisa bergabung bersama Praktisidigital. Kamu bisa membuat online shop sendiri dengan beragam pilihan template menarik yang bisa disesuaikan dengan ciri khas brand kamu. 

Tidak perlu punya kemampuan HTML atau coding dan juga gratis! Yuk, pelajari lebih lanjut tentang cara buat merchant online bersama Praktisidigital di sini!

8. Istirahat dan Nikmati Waktu Bersama Keluarga 

Mompreneur pasti sangat sibuk, namun harus tetap punya waktu untuk beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga. 

Mom juga tetap harus mengajarkan anak-anak dengan ilmu parenting yang tepat agar mereka tetap dapat didikan dan perhatian yang baik. Tidak boleh ada alasan ‘terlalu sibuk’ hingga abai pada kebutuhan keluarga. 

9. Belajar dari Bunda Sukses Lainnya

Jadikan mompreneur lainnya sebagai role model, seperti Maudy Koesnaedi, Meisya Siregar, Dian Pelangi, dll. Belajar dari mereka tentang bagaimana cara sukses mengurus bisnis dan keluarga di saat yang sama.