Apa Itu Website? Pengertian, Jenis, Unsur, Cara Membuat


Website adalah halaman yang dapat diakses dari internet. Jenis dan fungsi website sendiri sangat beragam, mulai dari untuk berbagi informasi, transaksi jual beli, atau sebagai media untuk meningkatkan brand awareness. Supaya lebih paham, simak pengertian website, sejarah  unsur, jenis, hingga cara membuatnya berikut ini.

Apa Itu Website?

Website adalah sekumpulan halaman dalam suatu domain yang bisa diakses melalui internet. Website biasanya berisikan berbagai informasi dari suatu topik tertentu. Pemilik website dapat berupa individu, organisasi maupun perusahaan. Sebutan lain untuk website adalah situs web.

Informasi dalam sebuah website dapat berupa teks, gambar, ilustrasi, hingga video. Kamu bisa mengakses sebuah website dengan cara menuliskan URL atau alamat website di browser. Tampilan awal website biasanya berupa halaman utama atau disebut juga dengan home page. Nantinya dari home page kamu akan dapat mengakses halaman-halaman lainnya pada website yang terhubung satu sama lain.

Sejarah Website

Website pertama kali ditemukan oleh Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan asal Inggris. Berners yang merupakan keturunan ilmuwan komputer, menemukannya pada tahun 1991. Namun website baru dapat diakses secara gratis oleh publik pada 30 April 1993. Perilisan ini diumumkan secara resmi oleh CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire).

Sebelum akhirnya dapat diakses dengan gratis, Berners-Lee pernah menuliskan tentang 3 teknologi dasar web. Apa saja itu?

  • HTLM (HyperText Makrup Language): bahasa markup atau format halaman web.
  • URI (Uniform Resource Identifier): alamat unik untuk membuka halaman situs. URI saat ini disebut juga dengan URL (Uniform Resource Locator).
  • HTTP (HyperText Transfer Protocol): protokol jaringan lapisan aplikasi yang berfungsi membantu proses transfer antar komputer.

Unsur-Unsur Website

1. Domain

Website ibarat sebuah produk dan produk membutuhkan brand untuk dikenal oleh masyarakat. Domain adalah brand dari sebuat website. Semakin menarik domain, maka semakin banyak orang yang akan mengunjugi situs web tersebut.

Dilansir dari wpbeginner, berikut beberapa tips memiliki domain:

  • Sebisa mungkin gunakan .com. Meskipun terdapat beberapa pilihan akhiran domain lain, .com hingga kini masih menjadi pilihan yang paling utama.
  • Selipkan keyword bila menungkinkan.
  • Pilih domain yang tidak terlalu panjang.
  • Pastikan domain mudah disebutkan maupun dieja.
  • Buat domain yang unik.
  • Hindari huruf ganda pada domain.
  • Hindari penggunaan singkatan.
  • Hindari penggunaan tanda hubung.
  • Jika sudah punya ide, segera buat website kamu sebelum domain tersebut diambil orang.

2. Hosting

Unsur kedua juga tidak kalah penting, yaitu hosting. Hosting adalah layanan di mana kamu dapat menyimpan database untuk website. Data dapat berupa teks, gambar, ilustrasi, video, dll. Ada banyak penyedia jasa hosting di Indonesia yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan website kamu.

3. Konten

Konten juga menjadi unsur utama pada website karena melalui konten ini lah tujuan website kamu akan tersampaikan. Jenis konten dapat berupa teks, suara, gambar, hingga video. Tentunya setiap website akan memiliki konten yang berbeda bergantung jenisnya. Apabila kamu ingin membuat website toko online untuk jual beli, konten utamanya dapat berupa katalog produk.

Jenis-Jenis Website

Jenis Website Berdasarkan Sifatnya

Terdapat 3 jenis situs web berdasarkan sifat atau pengembangannya, yaitu website statis, dinamis, dan interaktif. Berikut penjelasannya:

1.Website Statis

Situs web jenis ini tidak banyak mengalami banyak perubahan, terutama dari segi konten. Contohnya adalah halaman yang berisikan profil organisasi atau perusahaan. Meskipun tidak banyak berubah, namun bukan tidak mungkin website ini berubah dalam hal desain atau bisa juga ada penambahan konten jika memang terdapat informasi yang harus ditambahkan atau di-update, namun memang perubahannya tidak terjadi secara rutin dan terus-menerus.

2.Website Dinamis

Situs web jenis ini mengalami perubahan terus menerus seiring waktu. Umumnya tersedia fitur seperti kolom komentar atau bahkan fitur chat dalam website ini. Contoh dari jenis website ini adalah seperti blog, situs berita online, e-commerce, dan lainnya sebagainya.

3.Website Interaktif

Website ini memang khusus dirancang untuk penggunanya saling berinteraksi. Jenis situs web interaktif adalah seperti Twitter, Facebook, dan platform media sosial lainnya.

Jenis Website Berdasarkan Fungsinya

Berikut adalah beberapa jenis situs web berdasarkan fungsi yang paling umum:

1. Blog atau Website Pribadi

Blog atau website pribadi dikelola oleh blogger. Umumnya blogger membagikan informasi tertentu berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Cerita di blog dapat berupa kisah traveling, review barang, review makanan, maupun tulisan lain yang memuat opini sang blogger.

2. Blog untuk Content Marketing

Selain milik pribadi dari blogger, blog juga bisa dimiliki oleh perusahaan atau bisnis untuk keperluan konten marketing. Keberadaan website ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness. Konten-konten pada blog ini biasanya akan diarahkan untuk bertransaksi.

Contohnya apabila kamu menjual produk fashion, maka kamu dapat membuat blog yang berisikan review fashion, tips mix and match, tips merawat baju, hingga informasi terbaru dari dunia fashion

3. Organisasi

Suatu organisasi atau instansi resmi juga dapat memiliki website yang memuat informasi, berita, hingga kegiatan terbaru dari lembaga tersebut. Umumnya website organisasi akan menggunakan domain .org. Kamu juga bisa menemukan domain .go.id yang menandakan website tersebut merupakan website resmi instansi pemerintahan.

4. Perusahaan

Selain organisasi dan instansi pemerintah, perusahaan juga dapat memiliki website yang memuat informasi tentangnya. Meskipun tidak melayani transaksi dari website tersebut, tapi keberadaan website ini akan dapat meningkatkan awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

5. Media Sharing

Situs web ini berfungsi untuk bertukar media seperti gambar, suara, hingga video. Pengguna dapat mengunggah konten ke website tersebut untuk dapat dinikmati atau bahkan diunduh kembali oleh pengguna lain. Contoh media sharing website adalah seperti SoundCloud, YouTube, hingga situs web stock photo.

6. Website Berita

Website berita berisikan berbagai konten informatif yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Kini sudah banyak media cetak yang beralih ke media online karena semakin meningkatnya jumlah pengguna internet.

7. E-Commerce

E-commerce atau toko online adalah website di mana transaksi jual beli dapat dilakukan. Selain melakukan promosi di media sosial dan membuka toko di marketplace, membuat website e-commerce juga tidak kalah penting bagi kamu yang berjualan online. Selain memudahkan transaksi, website toko online juga dapat meningkatkan kredibilitas toko kamu.

Cara Membuat Website

Sebelumnya kamu mungkin berpikir bahwa membuat website hanya dapat dilakukan oleh profesional. Sebenarnya kamu juga bisa kok membuat website sendiri. Bagaimana caranya? Berikut cara bikin website tanpa coding yang bisa kamu coba:

1. Tentukan Fungsi Website

Pertama-tama kamu harus menentukan fungsi website terlebih dulu. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada berbagai jenis situs web dengan fungsi yang berbeda. Apakah kamu akan membuat website toko online, profil perusahaan, atau blog? Jenis website ini nantinya akan memengaruhi konten website.

2. Pilih Nama Domain Website

Pengertian domain juga sudah disinggung sebelumnya. Ingat bahwa domain adalah brand dari website kamu, jadi pilihlah domain dengan hati-hati. Setelah menentukan domain, kamu harus mengecek ketersediaan domain tersebut dan membelinya melalui penyedia domain.

Jika domain yang kamu inginkan sudah dimiliki orang lain, kamu bisa menghubungi pemiliknya untuk membeli domain tersebut dengan harga yang disepakati.

Sama halnya seperti brand, orisinalitas domain penting diperhatikan agar tidak terlibat masalah hak cipta dengan pihak lain di kemudian hari.

3.Tentukan Hosting

Hosting berguna untuk menyimpan file mulai dari tema, plugin, teks, media, kode HTML, hingga draft konten. Terdapat beberapa jenis hosting mulai dari shared hosting, cloud hosting, dan VPS hosting. Berikut penjelasannya:

  • Shared hosting. Hosting dengan biaya yang lebih murah karena kamu akan berbagi server dengan website lain.
  • VPS hosting. Hosting dengan kapasitas trafik lebih tinggi dibandingkan dengan shared hosting, namun lebih disarankan untuk developer yang memiliki keahlian teknis.
  • Cloud hosting. Hosting dengan kapasitas seperti VPS hosting tapi pengelolaannya mudah seperti shared hosting.

4. Gunakan CMS

Bagi kamu yang tidak punya pengetahuan tentang coding, menggunakan CMS (Content Management System) yang merupakan sistem pembuatan website siap pakai akan sangat membantu. Kamu tidak perlu menggunakan code CSS, HTML, maupun PHP jika menggunakan CMS.

Ada banyak jenis CMS mulai dari WordPress, Joomla, Drupal, Magento, OpenCart, dan masih banyak lagi. Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan website yang ingin kamu buat. Setelah mengunduh dan menginstal CMS, kamu bisa mengatur sendiri website kamu sesuai dengan fitur-fitur yang ada.

5.Optimasi Pengaturan Website

Setelah dipasang, biasanya CMS akan hadir dalam versi default. Selanjutnya kamu harus mengatur sendiri sesuai dengan kebutuhan website kamu. Contohnya kamu menggunakan CMS WordPress, setelah terpasang, kamu dapat mengoptimasi mulai dari tema, membuat sitemap, menginstall plugin SEO, menginstall plugin back up, mengatur keamanan, hingga memasang Google Analytics.

6.Optimasi Konten

Selanjutnya kamu harus mengoptimasi konten yang juga merupakan salah satu unsur utama dalam sebuah website. Bukan hanya konten untuk home page saja yang harus kamu perhatikan, tapi semua konten yang terhubung dengan website. Kamu juga harus menerapkan SEO (search engine optimization) jika ingin halaman website kamu muncul di halaman mesin pencarian.

Itu dia informasi tentang apa itu website, jenis, hingga cara membuat website sederhana. Sudah siap membuat situs web kamu sendiri?

Khusus bagi kamu yang ingin membuat website e-commerce atau toko online, kamu bisa mencoba membuatnya melalui Praktisidigital. Kamu tidak butuh coding atau kemampuan IT, bahkan tersedia layanan buat website toko online gratis jika daftar melalui Praktisidigital. Yuk, coba sekarang!