Blue Ocean Strategy: Elemen, Cara Kerja, Contoh, Pro dan Kon


Blue ocean strategy adalah konsep di mana perusahaan berusaha menciptakan pasar sendiri, alih-alih bersaing dengan kompetitor. Pelajari apa itu blue ocean strategy, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya, dan perbedaannya dengan red ocean strategy pada pembahasan ini! 

Apa Itu Blue Ocean Strategy?

Blue ocean strategy adalah strategi yang membantu perusahaan mendapatkan pasar baru yang berbeda dan terpisah dari bisnis kompetitor. 

Ruang-ruang baru itu digambarkan seperti ‘blue ocean‘ atau samudra biru yang luas yang berbanding terbalik dengan ‘red ocean‘ atau samudera merah yang persaingan pasarnya sangat kejam. 

Cara menciptakan pasar blue ocean itu dengan mendorong perusahaan untuk berinovasi dan mengembangkan produk/layanan baru yang terjangkau sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan. 

Menciptakan diferensiasi yang simultan dan biaya rendah untuk membuka ruang pasar baru dan menciptakan permintaan baru.

Strategi blue ocean diciptakan oleh profesor sekolah bisnis INSEAD Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam buku berjudul Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant (2005). 

Penulis mendefinisikan blue ocean sebagai pasar yang terkait dengan potensi keuntungan yang tinggi, sedikit persaingan, atau minim hambatan yang menghalangi para inovator. 

Istilah ini juga mengacu pada “lautan kosong” yang artinya ada pilihan luas dan peluang pasar yang terjadi ketika industri atau inovasi baru muncul.

Faktanya, merek-merek terkenal dari perusahaan besar telah menggunakan pendekatan blue ocean ini jauh sebelum teori strategi ini diberi nama dan dirilis pada 2005.

Cara Kerja Blue Ocean Strategy

Di industri bisnis, setiap merek dan perusahaan bersaing sangat ketat untuk menjadi relevan dan nomor satu di pasar. Seringkali, ada beberapa perusahaan yang tidak kuat bersaing dan kalah–gambaran dari red ocean

Blue ocean strategies itu kebalikannya, di mana perusahaan menciptakan pasar mereka sendiri daripada bersaing.

Perusahaan memilih untuk melakukan inovasi dan ekspansi untuk menemukan blue ocean atau pasar baru tanpa persaingan. 

Perusahaan dengan produk dan layanan inovatif mengidentifikasi pasar blue ocean memiliki peluang tanpa batas.

Perbedaan Blue Ocean Strategy dan Red Ocean Strategy 

Sebelum membahas tentang elemen dan strategi blue ocean, mari pahami dulu tentang perbedaannya dengan red ocean strategies.

Apa Itu Red Ocean Strategies?

Bisa dikatakan, hampir seluruh merek dan industri di pasar saat ini berada di dalam ruang-ruang red ocean. Red ocean strategies adalah pasar bisnis yang kompetitif dan banyak permainan. 

Setiap perusahaan di red ocean selalu bersaing untuk menjadi yang paling unggul, demi mendapat lebih banyak permintaan dari pelanggan dan yang artinya banyak keuntungan. 

Mereka akan melakukan banyak strategi bisnis dan strategi pemasaran. Misalnya, dengan menawarkan harga yang lebih rendah, produk yang lebih baik, atau iklan yang lebih menarik.

Di sisi lain, ketika terlalu banyak persaingan, maka produk itu menjadi komoditas umum, keuntungan dan pertumbuhan berkurang, dengan pertarungan yang ‘berdarah’. Maka dari itu disebut samudra merah. 

Blue Ocean Strategy vs Red Ocean Strategy 

Blue Ocean Strategies  Red Ocean Strategies
Bersaing di ruang market yang sudah ada. Menciptakan ruang pasar yang tidak terbantahkan atau pasar yang baru.
Tujuannya untuk memenangkan kompetisi. Tujuannya untuk membuat kompetisi tidak relevan.
Memanfaatkan permintaan pasar yang sudah ada. Menciptakan dan menghasilkan permintaan baru.
Melakukan pertukaran nilai-biaya. Tidak menukarkan nilai-biaya.
Menyelaraskan seluruh sistem aktivitas perusahaan dengan pilihan strategis dengan diferensiasi atau biaya rendah. Menyelaraskan seluruh sistem aktivitas perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah.

Elemen Blue Ocean Strategy

Kim dan Mauborgne merekomendasikan untuk mempertimbangkan apa yang disebut “kerangka kerja empat tindakan” untuk lebih memahami tentang blue ocean strategies, berikut ini: 

1. Raise (Meningkatkan)

‘Faktor apa yang harus ditingkatkan hingga bisa jauh di atas standar industri?’

Ini bisa termasuk fitur-fitur, layanan, dan keunggulan lainnya yang bisa meningkatkan standar jauh atau benar-benar berbeda dari pasar di red ocean

2. Reduce (Mengurangi)

‘Faktor-faktor apa yang telah lama dikompetisikan oleh industri ini yang harus dihilangkan?’

Tidak perlu dihilangkan, tapi dikurangi karena dinilai tidak begitu efektif untuk meningkatkan nilai produk atau layanan. 

Atau, bisa juga dikurangi nilainya jadi di bawah standar industri. Meskipun mungkin tetap diperlukan karena satu dan lain hal.

3. Eliminate (Menghapus)

‘Faktor-faktor apa yang telah lama dikompetisikan oleh industri ini yang harus dihilangkan?’

Menghapus nilai-nilai yang tidak ada gunanya, sehingga tidak buang-buang biaya, energi, dan waktu. Plus, tim bisa memaksimalkan faktor-faktor lain yang berguna.

4. Create (Menciptakan)

‘Faktor apa yang harus diciptakan yang tidak pernah ditawarkan oleh industri?’

Ini dia inti dari blue ocean strategies, tentang menciptakan inovasi baru yang berguna. Bahkan produk, fitur, atau layanan sama sekali belum ada di kompetitor dan bisa menciptakan pasar baru. 

Cara Menjalankan Blue Ocean Strategy

Kim dan Mauborgne dalam bukunya memaparkan cara mengimplementasikan blue ocean strategies bagi perusahaan, di antaranya:

  1. Temukan titik awal untuk memperkenalkan penawaran dan inovasi baru kamu. Juga bangun tim yang tepat untuk membangun brand identity yang paling kuat. 
  2. Identifikasi kelebihan dan kelemahan tim, lalu cari solusi untuk meningkatkan kekuatannya. 
  3. Temukan titik lemah saat ini yang mungkin dimiliki oleh pelanggan yang sudah ada dan target pelanggan baru. 
  4. Temukan cara berbeda mencapai tujuan bisnis. Kembangkan opsi alternatif dan mulai merekonstruksi batasan pasar.
  5. Mulai bergerak untuk mengembangkan produk dan layanan yang mengatasi masalah serupa, dengan cara inovatif dan tidak sama seperti bisnis lainnya.
  6. Tulis rencana formal untuk shift kamu dan uji produk dan layanan baru tersebut.

Lakukan teknik analisis bisnis untuk membantu tim dalam mengembangkan kekuatan dan meningkatkan pengembangan pribadi mereka, menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Blue Ocean Strategy

Dilansir dari Business News Daily, berikut ini pro dan kontra dari blue ocean strategies

Kelebihan Blue Ocean Strategy

Beberapa kelebihan dari strategi blue ocean:

1. Menghindari Pasar yang Jenuh

Bisnis kecil harus bersaing dengan perusahaan besar. Tapi dengan strategi blue ocean, produk/layanan dapat hadir memenuhi permintaan pelanggan tanpa persaingan dengan nama-nama yang kuat. 

2. Memperkenalkan Potensi Pertumbuhan 

Dalam ruang blue ocean, perusahan akan selalu menyeimbangkan inovasi produk atau layanan dengan biaya dan utilitas. 

Ini akan menciptakan nilai baru bagi pelanggan. Belum lagi bila pelanggan melakukan pemasaran word of mouth

3. Menemukan Pelanggan Sesuai dengan Levelnya 

Memungkinkan perusahaan untuk memperkenalkan inovasi produk/layanan pada penawaran harga yang dapat diakomodasi oleh target market.

Kekurangan Blue Ocean Strategy

Ini adalah beberapa kelemahan dari strategi blue ocean:

1. Menjadi Ambisius 

Perusahaan mungkin menjadi sangat ambisius dan punya ekspektasi yang tidak masuk akal. Tidak semudah itu untuk jadi yang paling inovatif dan menciptakan pasar baru. 

Bahkan bila sudah punya ide cemerlang, ada banyak tantangan bisnis yang nyata sehingga sulit diwujudkan. 

2. Bisnis Terlalu Berisiko 

Sudah tahu ada banyak risiko bisnis. Meskipun sudah menemukan desain bisnis dengan produk yang benar-benar unik dan berguna. 

Mungkin bisnis itu sudah disukai oleh sekelompok kecil pelanggan, tapi bagaimana bila hanya mereka yang tertarik pada penawaran itu?

3. Bisnis Mungkin Tidak Kekal 

Inovasi baru akan mendorong peniru untuk membuat hal yang sama. Perusahaan di samudra biru bisa berubah menjadi samudra merah juga. 

Bahkan jika strategi blue ocean terasa ideal untuk bisnis kamu saat ini, tetap ada kemungkinan itu tidak bisa bertahan jangka panjang.

Contoh Blue Ocean Strategy

Beberapa perusahaan besar yang kita kenal saat ini berhasil menciptakan market baru dan bertahan dalam blue ocean market hingga saat ini, di antaranya:

1. Marvel 

Marvel adalah perusahaan yang memproduksi buku komik, film, dan media lain dengan karakter superhero ikonik. Dilansir dari lama resmi Blue Ocean Strategy, perusahaan Marvel berhasil beralih dari red ocean ke blue ocean

Peter Cuneo diangkat menjadi CEO Marvel pada 1999, kemudian membawa Marvel memasuki industri film dalam bentuk Marvel Studios. 

Peter Cuneo juga mengubah seluruh model produksi filmnya, membuat Marvel kembali meraih kesuksesan di abad ke-21. Hingga kini ada Marvel Universe yang diciptakan oleh Marvel Studios.

2. Nintendo

Nintendo adalah perusahaan video game Jepang yang menciptakan konsol pertamanya pada tahun 1977. Sebagian dari kita mungkin pernah bermain Nintendo seperti game Donkey Kong (rilis 1981) dan dan Super Mario Bros (rilis 1985). 

Hingga pada awal 2000-an, muncul kompetitornya yaitu Sony dan Microsoft. Ini membuat Nintendo hampir tenggelam di ruang red ocean. 

Pada tahun 2006, perusahaan Nintendo mengambil pendekatan blue ocean. Mulai dari menciptakan Nintendo Wii console yang didesain dengan fokus pada fungsionalitas, interaktivitas, simple, dengan game yang secara dramatis meningkatkan utilitas untuk pelanggan non-gamers

Pada 2017, rilis Nintendo Switch yang menciptakan blue ocean lagi seiring dengan peningkatan permintaan akan game yang simple, downloadable secara gratis, dan menyenangkan. 

3. Apple Inc. 

Perusahaan Apple menciptakan ruang blue ocean melalui iTunes (diluncurkan 2001). Saat itu ada banyak kasus pembajakan lagu-lagu secara ilegal, hingga iTunes menciptakan fitur unduh musik secara ilegal pertama pada tahun 2003. 

Apple melalui iTunes memenangkan para pecinta musik, seniman, produser musik,dan semua orang yang terlibat dalam industri musik–dengan menawarkan suara berkualitas lebih tinggi, ilegal, juga dengan harga yang terjangkau. 

4. Netflix

Sebenarnya perusahaan Netflix sudah berdiri sejak tahun 1997. Pada 2008, Netflix bergerak pada bisnis penjualan dan rental DVD melalui pengiriman. 

Hingga terus berkembang, saat ini Netflix adalah layanan streaming berbasis langganan untuk menonton film, TV, dan hiburan/konten berbasis video lainnya yang bisa diakses dengan gadget apapun. 

Netflix menciptakan ruang blue ocean dalam model hiburan baru, di mana kita semua bisa menonton film secara streaming di mana saja dan secara legal. Bahkan, Netflix merilis serial dan film originalnya sendiri. 

Setelah kesuksesan Netflix, banyak perusahaan lain mengikuti jejaknya. Akibatnya, platform serupa akan menghadapi ruang red ocean.

Itulah pembahasan tentang blue ocean strategy di dalam bisnis. Memang sulit menciptakan inovasi untuk ada di ruang blue ocean. 

Meskipun bisni kita ada di ruang red ocean, selalu ada cara untuk mengoptimalkan bisnis. Salah satunya dengan bisnis online untuk membuka peluang target market yang lebih luas lagi. 

Kamu bisa buat toko online melalui Praktisidigital yang telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Cuup upload produk, kamu sudah bisa langsung jualan online!