Cara Menentukan Harga Jual Dropship agar Untung Besar


Bagaimana cara menentukan harga jual dropship yang tepat untuk mendapatkan keuntungan maksimal? Ada beberapa strategi menentukan harga dan rumus harga jual yang harus kamu pahami berikut ini! 

Strategi Menentukan Harga Jual Dropship

Dropship adalah strategi penjualan di mana kamu tidak perlu membeli dan menyimpan stok produk, tapi kamu menjualkan produk dari toko lain ke konsumen yang kamu dapatkan. Singkatnya, kamu tidak punya stok produk tapi tetap bisa jualan. 

Kamu harus tetap punya strategi menetapkan harga jual untuk dropship karena walaupun tidak membeli produk, kamu mungkin masih mengeluarkan biaya untuk pajak, kebutuhan pengemasan, ongkos kirim, biaya pemasaran, dan layanan. 

Untuk menentukan strategi penetapan harga dropship, kamu harus memikirkan berbagai aspek untuk peluang terbaik demi mendapatkan keuntungan.

Pentingnya Menentukan Harga Jual Dropship

Kamu tidak bisa mematok harga sesuka kamu semata-mata agar banyak untuk.

Berikut ini alasan kenapa kamu harus menentukan harga untuk dropship yang tepat: 

  • Mematok harga terlalu tinggi akan mengurangi penjualan dan kamu juga akan kehilangan konsumen yang berpikir toko kamu terlalu mahal dari pasaran. 
  • Memasang harga terlalu murah membuat konsumen senang berbelanja di tempat kamu, namun menyebabkan margin lebih rendah. Kamu bisa kehilangan keuntungan dan pendapatan. 

Maka dari itu, kamu memerlukan strategi penetapan harga yang sesuai agar untung dan tidak membuat konsumen hit and run juga!

Cara Menentukan Harga Jual Dropship

Ada sejumlah model dan struktur penetapan harga dropshipping yang berbeda yang harus Anda pertimbangkan. Berikut ini beberapa cara menentukan harga jual dropship:

1. Harga Markup Tetap 

Fixed markup on cost (FMOC) atau markup tetap pada biaya adalah strategi penetapan harga dropshipping di mana kamu menambahkan margin keuntungan dari harga asli produk sesuai dengan ketentuan kamu sendiri. 

Misalnya, harga barang Rp10.000 dan kamu ingin dapat keuntungan dengan markup 10%. Berarti, jumlah ditambahkan Rp1.000 sehingga harga jual adalah Rp11.000. 

Bila menggunakan pendekatan ‘by dollar’, kamu bisa menambahkan $4 untuk setiap produk sebagai margin keuntungan kamu.

2. Harga Markup berjenjang 

Markup berjenjang pada biaya adalah strategi penetapan harga bila kamu punya katalog produk yang bervariasi, dari yang harga supplier bernilai rendah hingga tinggi. Keuntungan paling besar akan kamu dapatkan dari produk-produk harga rendah. 

Kamu bisa menetapkan parameter sendiri, misalnya:

  • Produk yang harga aslinya di bawah Rp50.000 bisa di-markup sampai 50%.
  • Sedangkan produk yang harga aslinya di atas Rp500.000 di-markup 15%. 

Harga produk rendah akan menjadi berharga dan kamu dapat margin keuntungan lebih tinggi. 

3. Manufacturer Suggested Retail Price (MSRP)

Manufacturer suggested retail price (MSRP) adalah harga eceran yang disarankan oleh produsen atau pun vendor tempat kamu mengambil produk jualan untuk dropship. Bila toko retail menyarankan menjual dengan harga Rp50.000 maka kamu bisa menjualnya lagi dengan harga sama. 

Keunggulan harga untuk dropship dengan cara MSRP:

  • Tidak akan ada perang harga antara dropshipper atau toko lain. 
  • Konsumen mendapat harga yang sesuai.
  • Menjaga harga pasaran. 

4. Strategi Psikologis untuk Menentukan Harga

Cara menentukan harga jual dropship dengan memasukan sedikit aspek psikologis bagi konsumen untuk berpikir dan meyakini bahwa harga yang kamu tawarkan lebih murah dari yang mereka lihat. 

Misalnya, sebuah produk tas harganya Rp49.999 (angka ganjil). Ini terkesan lebih murah dari pada kamu menetapkan harga Rp50.000, padahal kedua angka itu nilai rupiahnya bisa dikatakan sama. 

Itu alasan kenapa kebanyakan label harga dibuat dengan angka ganjil atau bukan pembulatan. Beberapa konsumen cukup terpengaruh dan menganggap harganya jadi lebih rendah. 

5. Harga Diskon 

Banyak dropshippers yang tidak tanggung-tanggung memberi harga diskon dengan berbagai tipe. Faktanya, harga diskon dihitung dari penetapan harga tinggi sehingga walaupun terkesan ada potongan harga, para dropshippers tetap mendapat margin keuntungan yang tepat. 

Memang tugasnya untuk membuat konsumen berpikir seolah-olah mereka mendapat harga diskon dan penawaran bagus. Misalnya, MSRP adalah Rp10.000 dan ingin dibuat diskon 10%. Kamu bisa memasang harga awal Rp13.000, baru kamu beri diskon 10% tadi agar margin keuntungan tetap tinggi. 

Sebelum menetapkan berapa nilai diskon dan keuntungan, pelajari ini:

  • Nilai produk yang kamu jual. 
  • Apa yang konsumen cari, eksklusivitas dan kelangkaan produk?
  • Apa konsumen ingin membeli produk apa saja sesuai ketersediaan?

Dengan begitu kamu akan tahu mana produk yang bisa dibuat seolah-olah diskonnya tinggi dan mana produk yang pasti akan laris dengan atau tanpa permainan harga diskon. 

6. Menyesuaikan Ongkos Kirim 

Harga untuk dropship sangat berpengaruh pada ongkos kirim. Beberapa dropshippers akan membebani ongkos kirim di luar dari harga produk, sehingga perhitungannya jelas dan tepat. 

Ada beberapa dropshippers yang dari awal sudah menambahkan ongkos kirim ke harga jual produk, kemudian ditawarkan sebagai ‘gratis ongkir’. Sebenarnya ongkos kirim itu tidak gratis, sudah masuk ke dalam harga produk. 

Di sisi lain, kamu bisa mencari vendor yang tanpa biaya pengiriman sehingga kamu tidak perlu menambahkan biaya tambahan. 

Nah, itulah pembahasan tentang cara menentukan harga jual dropship. Kamu juga harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis produk yang dijual, harga kompetitor, target pasar, harga vendor, margin keuntungan, dan tentu bisa juga menggunakan rumus cara menentukan harga jual. 

Bila kamu sudah siap jualan dan menjadi dropshipper online, yuk optimalkan bisnis kamu dengan buat toko online melalui Praktisidigital! Kamu bisa mempromosikan produk-produk kamu dengan jangkauan yang lebih luas, plus terintegrasi dengan Facebook Ads dan Instagram Shopping juga.