Kemasan Produk: Fungsi, Jenis, Tips, dan Manfaat untuk Bisnis


Kemasan produk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pemasaran. Ketahui lebih dalam mengenai peranan, fungsi, jenis, dan manfaatnya bagi bisnis secara lengkap di artikel ini!

Apa Itu Kemasan Produk?

Kemasan produk adalah wadah, pembungkus, atau penampung untuk melindungi produk atau barang dari kerusakan.

Fungsi lain bungkus produk dapat dijadikan ajang promosi dengan penampilan yang menarik untuk meningkatkan brand awareness

Pentingnya Kemasan Produk untuk Bisnis

Pemasaran produk merupakan bagian penting dari sebuah kelangsungan bisnis. Kemasan dari produk yang menarik dapat menjadi nilai tambah bisnis kamu lebih baik dibandingkan kompetitor.

Pemilihan warna, huruf atau font, gambar, jenis huruf, dan slogan pada kemasan harus dianalisis dengan seksama. Ini memengaruhi perhatian konsumen saat melihat produk dan melakukan keputusan pembelian. 

Misalnya, gambar makanan enak pada kemasan akan menjadi fokus perhatian konsumen, sehingga dia tertarik dan akhirnya membelinya.

Produk makanan anak-anak memiliki desain yang ceria atau dengan maskot tokoh kartun untuk menarik minat anak-anak. 

Fungsi Kemasan Produk 

Kemasan sebuah barang memiliki peranan penting dalam kelangsungan bisnis kamu. Berikut ini pentingnya kemasan untuk kelangsungan bisnis:

1. Pelindung Produk 

Produk dengan kemasan yang berkualitas baik dapat melindungi dari goresan, basah, guncangan, dan kerusakan yang tidak diinginkan. 

Tergantung dari bahan kemasan yang digunakan. Beberapa kemasan yang canggih juga dapat memperpanjang kedaluwarsa suatu produk makanan. 

2. Kepuasan Konsumen 

Konsumen akan merasa puas bila produknya dikemas dengan cantik dan unik. Kemasan yang menarik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kamu. 

Konsumen bisa juga melakukan promosi terselubung dengan memotret produk kamu karena terlihat estetika, kemudian mengunggahnya ke media sosial. 

3. Meningkatkan Brand Awareness

Konsumen akan mudah mengenali produk kamu dari visual kemasannya. Baik dari warna atau gambar ilustrasi produk pada kemasan. 

4. Alat Promosi Produk 

Wadah produk dapat menjadi pilihan tepat promosi produk kamu. Logo brand, tagline, deskripsi, product knowledge lainnya, lokasi bisnis, hingga nomor kontak bisnis.

5. Pembeda Dibanding Brand Lain

Kemasan yang unik dan menarik akan menjadi identitas bisnis kamu yang berbeda dibandingkan dengan kompetitor. Konsumen mampu mengidentifikasikan produk itu dengan mudah saat pertama kali melihatnya. 

Tujuan dan Manfaat Kemasan Produk untuk Bisnis

Kriteria pengemasan produk berdasarkan tujuannya dapat dikelompokan menjadi tujuh manfaat. Berikut penjelasannya: 

  • Physical Production: Melindungi dari serangan fisik seperti suhu, getaran, guncangan yang terdapat di sekitarnya. 
  • Barrier Protection: Melindungi dari uap air, tekanan udara, maupun oksigen yang dapat merusak produk tersebut.
  • Containment or Agglomeration: Efisiensi dalam proses distribusi sampai ke tangan konsumen. 
  • Information Transmission: Media untuk bertukarnya informasi mengenai brand kamu. 
  • Reducing Theft: Mencegah kemalingan dengan dengan melihat kondisi kemasan. 
  • Convenience: Tampilan kemasan memberikan rasa aman dalam distribusi, menjual maupun penanganan sebuah produk.
  • Marketing: Desain dan label yang terdapat pada bungkus produk dapat mendorong pembeli loyal terhadap produk kamu. 

Jenis dan Contoh Kemasan Produk 

Wadah produk dapat dikelompokan berdasarkan struktur isi, frekuensi pemakaian, dan kesiapan pakai. Berikut penjelasannya: 

1. Berdasarkan Struktur Isi

Bungkus produk dapat disesuaikan dengan struktur isi dari produk yang akan dikemas. Jenis bungkus produk ini dapat dibedakan menjadi tiga golongan, di antaranya: 

Kemasan Primer 

Kemasan primer memiliki peranan sebagai untuk melindungi langsung kualitas produk. Contoh: Kemasan makanan ringan, kaleng susu, botol minum, galon air, dan lain-lain. 

Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder berperan sebagai wadah pelindung dari kelompok/kumpulan barang yang telah terlindungi oleh kemasan primer. Contoh: Kardus makanan, kotak kayu, kotak besi, dan lain-lain. 

Kemasan Tersier 

Kemasan tersier adalah kemasan tambahan untuk melindungi atau menyimpan selama proses pengiriman berlangsung. Contoh: Palet kayu, pallet cardboard, palet plastik, dan lain-lain.

2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Bungkus produk dapat menyesuaikan dengan frekuensi pemakaiannya. Jenis bungkus produk ini dapat dibedakan menjadi tiga golongan, diantaranya:

Kemasan Disposable

Kemasan sekali pakai yang hanya digunakan sekali saja. Contoh: Wadah plastik, botol sekali pakai, anyaman kayu, dan lain-lain. 

Kemasan Multitrip 

Kemasan yang dapat digunakan berkali-kali maupun dijual kembali kepada agen penjual untuk digunakan kembali. Contoh: Galon air, botol kaca, kemasan besi, dan lain-lain. 

Kemasan Semi-Disposable

Kemasan yang sengaja tidak dibuang karena memiliki nilai tambah lain oleh konsumen. Contoh: Kaleng biskuit, kemasan plastik makanan, bungkusan parsel, dan lain-lain. 

3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Bungkus produk dapat dikelompokan dari tingkat kesiapan pakainya. Terdapat dua golongan, di antaranya: 

Kemasan Siap Pakai

Kemasan barang menyesuaikan dengan isi, bentuk maupun volume sempurna sesuai dengan produk yang dibuat. Contoh: Kaleng, botol, dan lain-lain. 

Kemasan Siap Dirakit

Kemasan yang memerlukan proses perakitan terlebih dahulu, sebelum produk masuk ke dalam kemasan. Contoh: Kemasan kertas, kemasan plastik, kemasan karton, dan lain-lain.

Karakteristik Bahan Kemasan Produk

Berdasarkan karakteristiknya: 

Kemasan Kertas

  • Kelebihan: Harga murah dibandingkan bahan lain.
  • Kekurangan: Kemasan kertas sangat rentan terhadap tekanan yang berat dan mudah menyerap air. Tidak cocok untuk produk cair dan rentan suhu panas yang tinggi. 

Kemasan Karton

  • Kelebihan: Mudah didapatkan dan murah.
  • Kekurangan: Mudah rusak bila terkena tekanan yang berat (Masing-masing bahan karton memiliki ambang batas tekanan berat).

Kemasan Alumunium Foil

  • Kelebihan: Pelindung terbaik dari sinar UV, mikroba, oksigen luar dan kontaminan lain.
  • Kekurangan: Harga mahal.

Kemasan Gelas/Botol Bahan Kaca

  • Kelebihan: Dapat menyesuaikan dengan isi produk. 
  • Kekurangan: Mudah pecah dan rentan terhadap guncangan yang tinggi. 

Kemasan Logam

  • Kelebihan: Dapat meminimalisir oksidasi yang terjadi pada produk. Oksidasi produk dapat merusak tekstur, rasa, penampilan bahkan sampai produk mengalami pembusukan.
  • Kekurangan: Kebocoran sedikit dapat menjadi celah untuk mikroba berkembang biak yang akan merusak produk. 

Kemasan Plastik

  • Kelebihan: Memiliki kemampuan maksimal dalam permeabilitas gas dan uap air (Kemampuan suatu zat untuk menyesuaikan dengan wadah) 
  • Kekurangan: Zat mikro yang terkandung dalam plastik dapat mengkontaminasi produk secara langsung. Semakin tinggi suhu disekitarnya maka semakin banyak kontaminan yang mencemari produk. 

Syarat Kemasan Barang yang Baik

Apa karakteristik kemasan yang baik yang baik? Berikut beberapa karakteristik yang harus dimiliki:

  • Murah: Kemasan barang tidak boleh melebihi dari harga pokok produksi karena akan berpengaruh terhadap nilai jual. 
  • Menarik: Kemasan yang menarik dapat menjadi media pemasaran yang baik bagi bisnis. 
  • Melindungi: Bertujuan untuk melindungi dari berbagai kontaminan yang merusak produk,baik dalam keadaan diam maupun selama proses distribusi. 
  • Memuaskan: Sebuah kemasan barang yang baik memiliki tujuan utama dalam memberikan kepuasan kepada konsumen.

Tips Membuat Kemasan Produk yang Menarik

Kemasan barang yang menarik dapat meningkatkan penjualan bisnis kamu. Berikut langkah mudah untuk membuat wadah kemasan yang menarik di pasaran: 

1. Harus Melindungi Produk 

Tujuan utama dalam menentukan sebuah kemasan barang harus melindungi produk. Mubazir bila kemasan barang yang digunakan tidak sesuai dengan fungsi dan tujuannya. 

2. Kemasan yang Eye-Catching 

Kemasan barang yang memancing perhatian dapat membuat konsumen loyal terhadap bisnis kamu. Investasi jangka panjang memilih kemasan barang yang bagus untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. 

3. Memiliki Desain yang Berkarakter 

Desain kemasan dapat menjadi pembeda dengan kompetitor. Logo, warna, tagline dan berbagai aspek lain dapat memperkokoh identitas bisnis kamu. 

4. Pertimbangkan untuk Ramah Lingkungan. 

Isu ramah lingkungan sedang menjadi tren saat ini. Ambil momentum tersebut untuk mendapatkan atensi konsumen milenial saat ini. 

Kemasan atau packaging memang tidak bisa dilepaskan dalam identitas sebuah bisnis. Termasuk tren digital marketing yang sedang berkembang di Indonesia.

Bila sudah menentukan desain kemasan yang merepresentasikan brand kamu, mulai pasarkan produk dengan website online untuk menjakau lebih banyak calon pembeli potensial. Segera daftar untuk buat website toko online gratis di Praktisidigital. Gratis tanpa syarat!