Thrift Shop: Perbedaan dengan Preloved, Tips, dan Keuntungan


Istilah thrift shop semakin populer. Pasar barang bekas memang sudah ada sejak dulu, tapi sepertinya kemajuan teknologi kini membuatnya semakin populer. Tertarik untuk menjalani bisnis yang satu ini? Ketahui tips dan perbedaannya dengan preloved!

Apa Itu Thrift Shop?

Thrift shop adalah toko yang menjual barang-barang bekas. Produk yang paling umum dijual adalah pakaian, tapi ada juga aksesori lainnya seperti tas hingga sepatu. Umumnya barang yang dijual ini berasal dari luar negeri dan merupakan barang-barang branded.

Aktivitas berburu barang bekas di toko seperti ini disebut juga dengan thrifting. Awalnya istilah thrift ini digunakan untuk barang yang dijual untuk keperluan amal atau semacamnya, tapi di Indonesia sendiri ini juga mengacu pada penjualan barang bekas untuk keperluan komersial.

Perbedaan Thrift Shop dan Preloved

Banyak orang yang tidak tahu perbedaan thrift dan preloved karena kedua istilah ini karena sama-sama mengacu pada barang bekas. Bedanya yaitu preloved mengacu pada barang milik pribadi yang dijual kembali.

Jadi apabila kamu memiliki barang seperti baju, tas, sepatu, atau barang lainnya yang sudah tidak dipakai dan ingin menjualnya, kamu akan menyebutnya barang preloved.

Sementara pada thrift shop yang dijual bukan barang milik pribadi jadi bisa impor dari luar negeri atau didapatkan dari pasar barang bekas yang juga sudah banyak ada di Indonesia.

Cara Memulai Bisnis Thrift Shop

Berikut adalah langkah yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis barang bekas ini:

1. Pilih Produk yang Ingin Dijual

Ada banyak barang yang bisa dijadikan pilihan, jadi sebaiknya mulai dari satu kelompok barang lebih dulu. Misalnya baju, sepatu, tas, hingga kacamata.

Baju juga terdiri dari beberapa jenis seperti crewneck, hoodie, cardigan, kemeja, dan lainnya. Pilihlah produk yang kira-kira kamu sukai dan kamu paham permintaannya di masyarakat.

2. Cari Supplier

Hal kedua yang perlu dilakukan untuk memulai thrift shop adalah mencari supplier. Hal yang paling mudah dilakukan adalah membelinya langsung di pasar barang bekas, apabila terjangkau dari tempat tinggalmu. Apabila tidak kamu juga bisa membelinya secara online dan mencari supplier yang menawarkan paket usaha.

Telitilah ketika membeli barang bekas karena bisa saja terdapat noda yang tidak bisa hilang atau cacat lainnya pada barang. Pastikan kamu membayar harga sesuai dengan kondisi produk.

3. Bersihkan Barang

Setelah mendapatkan barang, bersihkan barang hingga bersih. Pakaian harus dicuci dengan deterjen dan air hangat bila perlu. Tas dan sepatu proses membersihkannya bisa disesuaikan dengan model dan bahannya.

Sebisa mungkin hilangkan semua noda yang ada di barang agar barang terlihat baru. Apabila ada noda yang benar-benar tak bisa hilang, pastikan kamu tetap memberi tahu hal tersebut pada calon pelanggan.

4. Foto Barang

Langkah selanjutnya adalah foto produk agar dapat lebih mudah dipasarkan secara online. Pastikan produk difoto secara jelas dan menghasilkan foto semirip mungkin dengan produk aslinya.

Apabila ada cacat pada produk, pastikan juga terdapat foto bukti agar pelanggan bisa tahu dengan detail kekurangan produk tersebut.

5. Tentukan Target Pasar

Sebelum memasarkan produk, tentukan target pasar thrift shop. Secara luas tentunya target pasar kamu adalah pecinta barang thrift, tapi kamu bisa membuatnya segmen yang lebih spesifik misalnya pria, remaja wanita, wanita dewasa, atau semacamnya.

Ini akan berpengaruh pada strategi marketing yang akan dijalankan.

6. Upload ke Media Sosial dan Marketplace

Sekarang saatnya menawarkan produk melalui media sosial dan marketplace. Lengkapi foto produk dengan deskripsi yang juga tidak kalah bagus.

Buat sedetail mungkin mulai dari merek produk, kondisi produk, hingga aturan pembelian produk. Jangan lupa cantumkan secara jelas bahwa produk tersebut adalah produk bekas.

Biasanya toko barang bekas akan mempertegas pada pembeli bahwa berhubung barang tersebut adalah barang baru sehingga tentu ada kekurangan yang mungkin juga tidak bisa tertangkap kamera.

Penjual harus memastikan pembeli tahu risiko dalam membeli barang bekas. Meskipun begitu, bukan berarti kamu sebagai penjual bisa menjual barang seenaknya. Kamu tetap harus menjelaskan kekurangan setiap produk.

7. Lakukan Promosi

Promosi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan platform yang digunakan. Kamu bisa memasang iklan di media sosial maupun marketplace atau bisa juga memberikan diskon untuk setiap pembelian. Bisa berupa diskon khusus event tertentu, subsidi ongkos kirim, dan banyak diskon lainnya.

Keuntungan Bisnis Thrift Shop

Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika berjualan barang bekas

1. Modal Tidak Besar

Kamu tidak membutuhkan modal yang besar karena barang bekas harganya relatif murah, bahkan kamu bisa mendapatkan pakaian dengan harga mulai Rp5.000.

Setelah dibersihkan kamu bisa menjual produk dengan harga hingga dua kali lipat. Tentunya bisnis ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki modal yang minim.

2. Banyak Peminatnya

Umumnya barang bekas ini adalah barang branded yang berasal dari luar negeri. Siapa yang tidak berminat dengan barang bermerek yang harganya murah?

Produk-produk seperti ini memang sudah memiliki peminatnya sendiri yang berasal dari berbagai kalangan. Jadi kamu tidak perlu khawatir barang tersebut tidak akan laku.

3. Tidak Memikirkan Proses Produksi

Keuntungan bisnis thrift shop selanjutnya adalah tidak perlu memikirkan proses produksi, sehingga kamu pun bisa mulai berjualan dengan lebih cepat.

Kamu juga tidak perlu melakukan branding produk karena produk-produk tersebut biasanya berasal dari merek yang sudah dikenal. Ini juga dapat memudahkan kamu dalam mencari pelanggan karena pastinya brand tersebut sudah memiliki peminatnya sendiri.

4. Harga Jual Murah

Harga jual yang murah untuk produk branded tentunya menjadi daya tarik tersendiri dari thrift shop. Ada banyak orang yang berpikir untuk apa mengeluarkan uang banyak untuk sebuah barang ketika kamu bisa membayar dengan harga yang lebih murah.

Barang bekas tidak selalu turun value-nya. Banyak juga barang yang kondisinya masih sangat bagus seperti baru dan dijual dengan harga yang sangat murah.

5. Ramah Lingkungan

Barang bekas yang layak pakai bisa menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Ada baiknya melakukan reuse pada produk tersebut sehingga produk tersebut tidak menjadi sampah hingga beberapa tahun ke depan.

Penggunaan barang bekas adalah salah satu langkah untuk mengurangi sampah di bumi. Jadi bisnis ini bisa dikatakan sebagai salah satu bisnis yang ramah lingkungan.

Menarik sekali bukan bisnis thrift shop ini? Ini bisa jadi salah satu alternatif bisnis bagi kamu yang tidak memiliki modal yang banyak.

Jangan hanya buka toko offline, tapi maksimalkan juga pemasarannya melalui media sosial dan website. Kamu bisa buat website toko online gratis di Praktisidigital. Tanpa syarat apapun, cukup daftar dan upload minimal tiga produk!