Cross Selling: Cek Contoh, Fungsi, dan Cara Efektif


Cross selling adalah strategi penjualan untuk mendorong konsumen membeli produk tambahan lain yang terkait dengan produk yang sudah dibeli. Pelajari definisi, strategi, contoh, manfaat, dan cara menerapkan cross-selling yang efektif dalam pembahasan ini. 

Apa Itu Cross Selling?

Cross selling adalah cara untuk menjual produk terkait atau produk pelengkap kepada konsumen. Metode cross-selling sebenarnya sering dipakai oleh penjual sehari-hari dan dinilai sebagai metode pemasaran yang paling efektif.

Misalnya, kamu sedang ingin membayar belanjaan berupa paket data internet di meja kasir dan kasir pun menawarkan kamu untuk sekalian membeli pulsa. Itulah praktik cross-selling, menawarkan beberapa produk/layanan lainnya yang berhubungan dengan minat konsumen. 

Selain di pasar tradisional, supermarket, atau toko-toko pada umumnya, strategi cross-selling juga diadopsi dalam sistem jualan online. Misalnya, kamu sedang mencari produk charger di sebuah marketplace, pada bagian bawah atau samping halaman biasanya akan ada rekomendasi produk lainnya atau saran produk pelengkap yang mungkin kamu tertarik. 

Cara Kerja Strategi Cross Selling

Menjual dengan strategi cross-selling ke konsumen yang sudah ada adalah salah satu taktik utama paling efektif untuk meningkatkan pendapatan baru bagi banyak sektor bisnis. Ini juga dinilai sebagai strategi paling mudah untuk mengembangkan bisnis. 

Kamu melakukan interaksi untuk menjalin hubungan akrab dengan konsumen, membantu konsumen memenuhi kebutuhannya, dan sekaligus mendapatkan penjualan. Strategi cross-selling akan mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak. 

Contoh Cross Selling

Tahukah kamu bahwa marketplace Amazon mampu meningkatkan penjualan hingga 35 persen melalui strategi cross-selling? Marketplace tersebut menawarkan cross-selling dengan opsi “pelanggan yang membeli item ini juga membeli” dan “produk ini sering dibeli bersama”. 

Begitu juga dengan restoran cepat saji McDonald’s yang mampu meningkatkan sales jutaan setiap tahun karena kasirnya menerapkan strategi cross-selling dengan mengatakan, “apakah ingin tambahan kentang goreng dengan menu ini?”

Ya, strategi cross-selling memungkinkan pedagang ritel untuk mendorong konsumen membeli produk yang kompatibel, produk terkait, produk tambahan, atau produk lainnya lebih dari produk utama.

BACA JUGA :  Customer-Centric: Pengertian, Manfaat, dan Strategi

Berikut ini beberapa contoh strategi cross-selling yang mungkin sering juga kamu temui saat sedang belanja sehari-hari: 

  • Saat beli smartphone baru, kamu juga akan ditawarkan untuk beli kartu perdana dengan keuntungan lainnya. Penjual juga cenderung akan menawarkan kamu untuk beli case, anti-gores, headset, atau bahkan charger yang saat ini banyak dijual terpisah. 
  • Petugas toko baju akan display setelan lengkap (misal: baju, celana, jaket, dan aksesori), sehingga konsumen bisa melihat bahwa setelah itu cocok dan terlihat keren. Konsumen pun bisa tertarik untuk membeli setelan itu, bukan hanya satu-satu item. 
  • Misalnya kamu beli hijab, penjual juga akan menawarkan kamu aksesori hijab seperti daleman hijab, scrunchie, jarum pentul, bros, bandana hijab, manset, dan barang terkait lainnya. 
  • Saat kamu beli sofa, mungkin kamu juga ingin beli meja dan penjual biasanya sudah memahami itu. Penjual akan menawarkan set meja plus sofa dengan harga lebih murah dari pada dibeli terpisah. 
  • Saat beli kopi di Starbucks, kasir akan menawarkan kamu untuk beli tumbler yang sudah dipajang di depan mata kamu. 
  • Penjual akan menawarkan kamu beberapa pilihan topping saat kamu membeli boba. Topping adalah pelengkap dan biasanya harganya lebih mahal juga. 
  • Seorang ibu yang beli baju bayi biasanya akan diberi rekomendasi barang kebutuhan bayi lainnya, mungkin itu popok, setelan, handuk, dan sebagainya. Mungkin beberapa item baju bayi yang kebetulan sedang diskon juga. 
  • Saat kamu belanja di supermarket, biasanya kasir juga akan menawarkan pulsa atau produk tebus murah. 

Itulah beberapa contoh strategi cross-selling dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya konsumen akan tertarik atau baru teringat kalau ternyata dia butuh produk tambahan itu juga. 

BACA JUGA :  Hak Merek: Pentingnya untuk Bisnis, Cara Daftar, Biaya

Fungsi dan Manfaat Strategi Cross Selling

Berikut ini keuntungan menerapkan strategi cross-selling

  • Meningkatkan Pendapatan. Konsumen cenderung akan menambah belanjaannya lebih dari tujuan awal. Konsumen yang awalnya tidak mau beli bisa jadi tertarik untuk membelinya. 
  • Membantu Konsumen. Konsumen mungkin lupa membeli sesuatu yang kemudian diingatkan oleh penjual. Konsumen juga akan mendapat informasi lebih detail tentang suatu produk yang dapat berguna bagi mereka. 
  • Meningkatkan Loyalitas Brand. Konsumen yang sudah percaya dan berlangganan pada suatu brand akan tertarik pada produk tambahan yang ditawarkan. 

Bila dilakukan dengan tepat maka cross-selling adalah teknik paling efektif untuk membuat konsumen membeli lebih banyak. Sebaliknya, bila salesperson tidak memiliki kemampuan komunikasi dan pemasaran yang baik teknik cross-selling bisa dianggap mengganggu. 

Salesperson mungkin terlalu memaksa, bawel, agresif, dan terkesan hanya mementingkan diri sendiri agar barang dagangannya laku. Bila begini, konsumen bisa hit and run karena memiliki pengalaman belanja yang buruk.

Cara Menerapkan Strategi Cross Selling yang Efektif

Teknik cross-selling yang efektif, sebagai berikut: 

  • Memberi rekomendasi produk aksesori dari suatu jenis produk.
  • Membuat strategi promosi berupa paket bundel produk, misalnya sampo dan kondisioner. 
  • Tawarkah harga diskon pada penawaran produk yang dibundel atau produk terkait. 
  • Tunjukkan bagaimana produk tambahan akan melengkapi dengan produk yang sudah dibeli.
  • Jangan memaksa, mengintimidasi, terlalu cerewet, atau menawarkan produk berulang kali setelah konsumen sudah bilang tidak. 

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu cross selling. Sebuah teknik penjualan dengan merekomendasikan produk lain yang terkait. 

Optimalkan bisnis kamu dengan buat website toko online di Praktisidigital! Kamu cukup klik daftar, isi data diri, unggah beberapa katalog, dan website toko online kamu siap pakai. Maksimalkan juga promosi produk dengan pasang iklan di Facebook dan Google jadi lebih praktis! 

BACA JUGA :  Plan Do Check Act (PDCA): Fase, Kelebihan, Kekurangan