AIDA Copywriting: Pengertian, Fungsi, Konsep, Contoh


Ada banyak jenis copywriting dalam kebutuhan promosi, namun AIDA copywriting dinilai yang cukup efektif walaupun lebih sulit diimplementasikan. Pelajari definisi, konsep, dan contoh AIDA copywriting dalam pembahasan ini!

Apa Itu AIDA Copywriting?

AIDA copywriting adalah metode penyusunan penulisan berdasarkan komponen Attention, Interest, Desire, dan Action. Copywriting sendiri adalah teknik penulisan untuk kebutuhan advertising, seperti jargon, iklan, headline, atau tulisan persuasif lainnya yang mewakili suatu produk atau brand

Tujuan copywriting adalah untuk mendorong pembaca atau konsumen berpikir, teringat, dan melakukan sebuah tindakan sesuai dengan copywriting tersebut—yang ditulis oleh seorang copywriter. Misalnya, copywriting brand Nike adalah ‘Just Do It!’

Begitu juga dengan teknik copywriting AIDA, intinya agar target konsumen terkesan, berminat, terpengaruh, dan pada akhirnya mau mencoba dan menggunakan produk/layanan yang ditawarkan. 

Tujuan AIDA Copywriting dalam Advertising 

Seorang copywriter yang umumnya berada di tim marketing menggunakan formula copywriting AIDA dengan goal berikut ini:

  • Menarik perhatian pembaca. 
  • Memancing pembaca. 
  • Menciptakan poin yang menarik agar pembaca melanjutkan membacanya. 
  • Menunjukan manfaat (dari produk/layanan) dan menciptakan keinginan pembaca. 
  • Memengaruhi pembaca dengan ‘call to action’ atau dorongan untuk melakukan transaksi. 

Itulah dasar copywriting Attention, Interest, Desire, dan Action yang sebenarnya fleksibel dan setiap copywriter bisa kreatif memadukannya dengan teknik copywriting lainnya. 

Konsep AIDA Copywriting

Mari pelajari lagi tentang konsep copywriting AIDA berikut ini: 

Attention (Perhatian)

Ini tentang bagaimana copywriting mendapat perhatian dari audiens. Bila tidak ada orang yang membaca copy atau tulisan brand kamu, maka tidak ada yang mau membei produknya. 

Tips tulisan bersifat promosi untuk menarik perhatian calon konsumen:

  • Buat headline yang bagus dan memikat. 80% orang hanya membaca headline utama saja. 
  • Buat judul, caption, dan kalimat pembuka yang bikin orang penasaran. 
  • Tambahkan elemen visual yang menarik, misal gambar, video, permainan font dan warna, serta desain sesuai target konsumen. 

Copywriting benar-benar harus menarik perhatian pembaca. Itu adalah pintu masuk calon konsumen.

Interest (Minat)

Setelah kamu sudah berhasil menarik perhatian pembaca, selanjutnya kamu harus menggaet konsumen agar berminat membaca lebih lanjut. 

Berikut ini trik menggiring minat audiens:

  • Kalimat atau paragraf utama pendek dan jelas. 
  • Pakai persona atau bahasa konsumen. 
  • Membangun sisi yang ramah. 
  • Membuat urutan poin yang logis. 
  • Menampilkan informasi, fakta, studi kasus, dan kondisi ideal. 
  • Mencapai minat konsumen/pembaca bahwa ini informasi yang mereka butuhkan. 

Sebaiknya dilengkapi gambar ilustrasi yang mudah dilihat, tipografi diformat untuk memudahkan membaca, dan ada banyak ruang putih. Kalimat singkat saja, berisi, dan pembaca tidak bingung. 

Desire (Keinginan)

Setelah pembaca/konsumen berminat dengan produk atau informasi yang kamu tulis, sekarang waktunya untuk membuat mereka benar-benar menginginkan produk yang sedang dibicarakan. Atau, produk kamu harus sesuai dengan keinginan calon konsumen. 

Berikut ini beberapa poin copywriting yang harus diperhatikan untuk mencapai desire calon konsumen:

  • Menampilkan informasi produk dengan jelas, misal manfaat dan keunggulan.
  • Memancing emosi dan logika audiens, di mana produk kamu bisa menjadi jawaban atas keinginan mereka. 
  • Bisa juga menampilkan informasi promosi, diskon, gratis ongkir, dan benefits lainnya.

Pikirkan tentang apa yang benar-benar diinginkan pembaca atau konsumen kamu. Mungkin itu adalah keinginan utama yang tidak mereka sadari atau sesuatu yang lebih jelas.

Action (Tindakan)

Ini adalah tahap terakhir, di mana konsumen bisa dikatakan sudah termakan dengan copywriting brand kamu. Mereka sudah tertarik, berminat, dan produk/layanan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan mereka. 

Sekarang kamu harus membantu calon konsumen untuk mengambil keputusan lalu bertindak atau bertransaksi. Ini juga disebut ‘call to action’ atau instruksi yang kamu sarankan agar konsumen melakukan tindakan yang sejalan dengan target copywriting

Berikut ini beberapa poin dari call to action:

  • Berikan informasi di mana bisa membeli produk atau mendapatkan layanan tersebut. 
  • Berikan arahan yang jelas, misal dengan tombol, internal link, alamat email, nomor telepon, atau alamat toko. 
  • Biasanya diikuti dengan kemudahan agar pengunjung bisa ‘klik di sini’, ‘beli sekarang’, atau ‘bergabung’, dan sebagainya. 

Call to action bukan hanya menyarankan pengunjung untuk membeli, tapi mungkin untuk mendaftar, membagikan link, mengunduh, membuat akun, dan tujuan lainnya. 

Itulah konsep copywriting AIDA. Perlu dipahami bahwa bagian Attention, Interest, dan Desire itu terkesan serupa, namun berbeda. Itu sebabnya rumus penulisan ini perlu dibuat dengan hati-hati atau akhirnya kamu bisa membuat halaman berantakan.

Contoh AIDA Copywriting

Mari simak contoh berikut ini agar lebih memahami konsep copywriting AIDA:

Contoh Attention 

Anggun C Sasmi menjadi bintang iklan sebuah sampo. Dibuka dengan headline “Aku Jadi Duta Shampoo Lain?”

Satu baris kata-kata itu cukup padat, ikonik, dan terbukti menarik perhatian banyak audiens. Bahkan Anggun tidak perlu menyebutkan brand sampo apa. 

Contoh Interest

“Bebas rambut lepek cuma pakai sampo saja!” 

Kamu menampilkan fakta dan solusi di waktu yang sama. Kalimat juga pendek, jelas, dan ramah. 

Contoh Desire

“Shampoo Clear Anti Ketombe – Sikat Habis Ketombe” 

Keinginan konsumen untuk memiliki rambut indah, sehat, dan bebas ketombe. Kamu langsung memberikan petunjuk dan informasi yang jelas. 

Bisa ditambahkan manfaat dan keunggulan sampo lainnya. Intinya, semua manfaat yang konsumen inginkan dalam sebuah botol sampo itu. 

Contoh Action 

Informasi lebih lanjut tentang di mana bisa membeli produk atau aktivasi lainnya sesuai dengan target marketing campaign

Seorang copywriter atau pebisnis dalam kebutuhan advertising bisa mengadopsi copywriting AIDA tersebut, namun tidak boleh kaku. Bisa menggabungkan dengan teknik lain dan sesuai dengan tren atau kebutuhan pasar. 

Coba mulai implementasikan teknik copywriting kamu di website toko online. Bila belum punya, hubungi Praktisidigital untuk membuat website toko online mudah dan gratis agar bisnis online semakin berkembang lagi!