15 Cara Mendapatkan Passive Income (Mudah dan Cepat)


Ada berbagai cara mendapatkan passive income atau pendapatan pasif yang bisa kamu coba, mulai dari yang membutuhkan modal hingga yang tanpa modal. Mencari penghasilan pasif dapat menjadi solusi untuk kamu mendapatkan penghasilan tambahan tanpa menyita banyak waktu. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pendapatan pasif.

Cara Mendapatkan Passive Income

1. Membuat E-Book

Bagi kamu yang memiliki hobi menulis buku, menerbitkan buku bisa menjadi cara mendapatkan penghasilan tambahan jangka panjang. Mengingat saat ini kita sudah memasuki dunia yang serba digital, kamu bisa membuat e-book alih-alih mencetak buku. Cara ini tentunya lebih praktis.

Pertama-tama kamu harus menentukan lebih dulu jenis buku yang ingin kamu tulis, apakah fiksi atau nonfiksi. Kemudian kamu harus menentukan target pembaca dari buku tersebut. Setelahnya kamu bisa menyerahkan karyamu tersebut ke penerbit e-book. Selain menjual bukumu dalam bentuk digital, ada juga penerbit seperti Gramediana yang juga akan mencetak bukumu jika ada pembeli yang ingin membeli bukumu dalam bentuk fisik. Beberapa platform penerbit lain adalah seperti Deepublish, Qbaca, Karya Virtual, dan WayangForce.

2. Pasang Ads di Blog

Cara mendapatkan passive income yang satu ini juga bisa dilakukan oleh kamu yang memiliki hobi menulis. Jika kamu memiliki blog, cobalah kembangkan blog tersebut agar semakin banyak pembaca yang tertarik dengan kontenmu. Pilihlah satu niche untuk blog kamu agar isi konten yang kamu buat lebih fokus dan dapat menyasar pembaca dengan segmen yang jelas. Contoh beberapa niche blog yang bisa kamu pilih adalah seperti keuangan, parenting, kesehatan, traveling, teknologi, beauty and make up, edukasi, hingga otomotif.

BACA JUGA :  23 Ide Bisnis di Daerah Sepi yang Bisa Untung Besar

Setelah blog kamu sudah mendapatkan banyak visitor, kamu dapat memasang ads alias iklan di setiap postingan blogmu. Caranya tidak sulit kok. Kamu hanya perlu menghubungkan blogmu dengan Google AdSense.

3. Pasang Ads di Youtube

Cara selanjutnya bisa dilakukan oleh kamu yang lebih suka membuat konten dalam bentuk video nih. Membangun channel YouTube tidak jauh berbeda dengan membangun sebuah blog. Kamu juga perlu membuat konten menarik dengan topik yang jelas, sehingga target viewers dari channel tersebut juga lebih terarah.

Jika ingin mendaftar ke YouTube AdSense, kamu harus mengikuti beberapa syarat seperti memiliki 1000 subscriber, video yang ada di channel kamu harus sudah dintonton selama 4000 jam dalam 12 bulan terakhir, dan beberapa syarat lainnya.

4. Nabung Emas

Seperti yang kita tahu, harga emas terus naik setiap tahunnya. Ini lah yang membuat investasi emas menjadi salah satu pilihan terbaik mendapatkan pendapatan pasif. Kamu dapat membeli emas di harga rendah, menyimpannya beberapa waktu, kemudian menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Namun jika ingin keuntungannya semakin besar, kamu harus melakukan investasi ini untuk jangka panjang.

5. Menjual Stok Foto

Pernah mengunduh foto dari platform yang menjual stok foto seperti Shutterstock, iStock, atau Freepik? Selain mengunduh foto, kamu juga bisa mengunggah dan menjual stok foto kamu di sana. Nantinya kamu akan mendapatkan royalti dari setiap foto yang di-download oleh pengguna.

Setiap platform memiliki kebijakan bagi hasil yang berbeda-beda. Jadi, pastikan kamu sudah memahami kebijakannya dengan jelas sebelum memutuskan jadi kontributor.

6. Menjual Karya Seni Digital

Selain menjual stok foto, platform yang sama juga biasanya menjual gambar dalam bentuk vektor maupun ilustrasi. Nah buat kamu yang punya bakal dalam desain vektor dan ilustasi, enggak ada salahnya untuk mengunggah karyamu di platform seperti ini. Setiap royalti yang kamu dapat bisa menjadi sumber pendapatan pasif.

BACA JUGA :  5 Tren Peluang bagi Bisnis Kecil di Tahun 2021

7. Membuat Materi Online Course

Kamu expert dalam sebuah bidang dan tertarik untuk berbagi dengan orang lain? Di zaman yang semakin maju ini, banyak orang yang tertarik meng-upgrade skills dengan cara mengikuti online course. Ternyata beberapa platform online course tidak hanya membuat kontennya sendiri, tapi juga mengizinkan orang yang expert di bidangnya untuk mengisi materi di platform tersebut.

Pastikan materi yang kamu berikan memiliki pembahasan yang cukup mendalam, jangan hanya berkutat pada teori. Kamu juga bisa melengkapinya dengan studi kasus untuk memperjelas teori yang kamu jelaskan.

8. Deposito

Cara selanjutnya juga merupakan bentuk investasi yang bisa membantu kamu mendapatkan pendapatan pasif. Deposito adalah sistem menyimpan uang di bank selama periode tertentu dan mendapatkan keuntungan dari bunga. Nah cara ini sangat cocok untuk kamu yang sudah memiliki sejumlah tabungan, tapi bingung untuk mengembangkan tabungan tersebut.

Menyimpan uang di deposito juga lebih aman dan tidak membuat kamu merasa “gatal” untuk menggunakan uang tersebut karena uangnya baru bisa kamu ambil setelah periodenya selesai. Jangka waktu untuk deposito dapat berbeda-beda mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18, hingga 24 bulan.

9. Investasi Reksa Dana

Berinvestasi di reksa dana berarti kamu menginvestasikan sejumlah uang untuk dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Dana tersebut akan diinvestasikan oleh MI ke pasar uang atau saham. Nantinya kamu akan mendapatkan keuntungan dan MI juga kan mendapatkan komisi dan keuntungan dari dana yang kamu investasikan tersebut. Sama halnya seperti tabungan emas, cara ini juga cocok untuk investasi jangka panjang.

10. Saham

Passive income juga bisa kamu dapatkan dari berinvestasi saham. Kamu perlu membuat RDN (rekening dana nasabah) untuk dapat melakukan jual beli saham. Nantinya kamu bisa mendapatkan keuntungan dari capital gain (nilai tukar saham) dan dividen yang dibagikan oleh perusahaan yang sahamnya kamu beli.

BACA JUGA :  Gen Z Marketing: 5 Tips Mudah Menjaring Pelanggan dari Generasi Termuda Saat Ini

Berinvestasi saham dapat mendatangkan untung yang lebih besar dibandingkan investasi lainnya. Namun, risiko kerugiannya juga lebih besar. Maka dari itu pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum terjun ke bidang ini.

11. Bisnis Sewa Properti

Punya rumah atau kamar yang tidak terpakai? Pertimbangkan untuk berbisnis sewa properti dengan mengontrakkan rumah atau membuat kos-kosan. Selain mendapatkan uang, rumah kamu yang tidak terpakai itu juga akan lebih terurus jika ada yang menempati.

12. Bisnis Sewa Kendaraan

Selain properti, kendaraan juga bisa menjadi aset yang bermanfaat untuk mendapatkan passive income. Kamu bisa menyewakan mobil atau motor yang tidak kamu pakai. Jangan lupa untuk selalu menyisihkan uang untuk perawatan kendaraanmu dari hasil bisnis tersebut.

13. P2P Lending

Peer-to-peer lending adalah investasi berbentuk pinjaman melalui sebuah platform. Jika kamu menginvestasikan uangmu pada sebuah platform P2P lending, uang tersebut akan disalurkan pada individu atau perusahaan yang membutuhkan pinjaman. Uang tersebut akan dikembalikan pada jangka waktu tertentu beserta keuntungan investasi yang sudah ditentukan sejak awal.

14. Affiliate Marketing

Seorang affiliate marketer akan membantu sebuah perusahaan untuk menjual jasa atau barang. Kamu akan mendapatkan komisi dari setiap barang atau jasa yang berhasil kamu jual. Bisnis yang satu ini enggak perlu modal dan bisa jadi sumber pendapatan pasif kamu. 

Cobalah untuk memasarkan bisnis yang belum merambah pasar online. Nantinya kamu lah yang akan membantu bisnis tersebut untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak di pasar online.

15. Bisnis Franchise

Cara mendapatkan passive income yang terakhir adalah dengan membuka bisnis franchise. Skala bisnis satu ini bisa dari yang kecil hingga yang besar, pilihlah yang sesuai dengan kemampuanmu. Mudahnya membuat bisnis franchise adalah kamu tidak perlu melakukan branding lagi karena umumnya brand tersebut sudah dikenal banyak orang.

Itu dia berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pendapatan pasif. Sebagian cara tidak memerlukan modal sama sekali kan? Selain itu tentunya juga tidak akan menghabiskan banyak waktumu.