Bisnis MLM: Pengertian, Cara Kerja, Ciri, Contoh, dll


Masih banyak yang anggap bisnis MLM itu tidak benar, padahal ini salah satu strategi pemasaran langsung atau pemasaran jaringan yang potensial. Pelajari apa itu bisnis (multi level marketing) MLM, cara kerja, tujuan, ciri MLM yang baik, dan memahami apakah bisnis ini cocok untuk kamu di pembahasan ini! 

Apa Itu Bisnis MLM?

Multi level marketing (pemasaran bertingkat) atau bisnis MLM adalah salah satu strategi pemasaran langsung atau pemasaran jaringan (network marketing) untuk menjual produk dan layanan secara langsung ke konsumen. 

Dilansir dari laman Forbes, perusahaan MLM memasarkan dan menjual produk/layanan melalui orang (sebagai distributor independen), bukan melalui gerai seperti kebanyak bisnis. Jaringan distributor independen itu diperluas hingga menghasilkan pendapatan. 

Jadi, MLM mendorong anggota distributor independen yang ada (upline) untuk mempromosikan dan menjual penawaran mereka kepada individu lain, serta membawa anggota baru ke dalam bisnis. 

Rekrutmen baru (downline) menjadi jaringan distributor, kemudian juga akan melakukan penjualan dengan cara yang sama untuk mendapatkan uang. 

Selain dibayar dari hasil penjualan (sales) sendiri, mereka juga dibayar berdasarkan persentase dari penjualan rekrutan. Anggota di semua tingkatan menerima beberapa bentuk komisi–berarti semakin banyak lapisan (level) atau semakin banyak downline, maka semakin banyak komisi yang dihasilkan.

Intinya, MLM adalah sistem pemasaran modern yang diaplikasikan dalam jaringan kerja. Perlu dipahami bahwa ada banyak perusahaan dengan skema MLM legal, tapi ada juga skema piramida ilegal yang membuat citra MLM jadi negatif di masyarakat. 

Cara Kerja Bisnis MLM

Kamu merekrut orang, lalu orang yang kamu rekrut juga merekrut orang lain, dan begitu seterusnya untuk menciptakan jaringan penjualan. 

Untuk lebih memahaminya, lihat gambar di bawah ini: 

Sarah adalah distributor independen pertama yang dipekerjakan langsung oleh PT Maju Terus. Sarah sebagai puncak piramida.

Sarah merekrut 2 distributor independen bernama Budi dan Dinda. Budi dan Dinda merekrut masing-masing 2 distributor lainnya. Begitu seterusnya. 

Berarti, Sarah adalah upline dari Budi dan Dinda serta anggota baru yang direkrut oleh Budi dan Dinda (downline). Budi dan Dinda downline dari Sarah, tapi mereka adalah upline dari anggota yang mereka rekrut sendiri. 

Keseluruhan skema itu penting karena akan memengaruhi pendapatan atau komisi yang dihasilkan setiap anggota. 

Perusahaan MLM yang legal menawarkan rencana kompensasi terperinci yang menjelaskan dengan tepat bagaimana hubungan upline dan downline ini bekerja dan sistem pembayarannya. 

Skema Piramida vs Bisnis MLM

Skema piramida adalah penipuan berkedok bisnis MLM. Baik MLM dan skema piramida memang sama-sama dijelaskan dengan struktur berbentuk piramida yang sama, sehingga masyarakat bingung membedakan mana yang legal dan penipuan. 

BACA JUGA :  Apa Itu Bisnis? Tujuan, Karakteristik, Jenis, Contoh, dll

Perbedaan perusahaan MLM Legal dan skema piramida menurut Federal Trade Commission (FTC): 

  • MLM yang bukan skema piramida berarti akan membayar anggota distributor berdasarkan penjualan ke pelanggan ritel, bisa tanpa harus merekrut distributor baru. 
  • Skema piramida penipuan bekerja dengan mengandalkan perekrutan terus-menerus dari anggota dengan menetapkan iuran agar mereka bisa tetap bertahan, dan anggota baru harus membeli produknya sendiri yang tidak berhasil terjual agar mereka bisa tetap bertahan. 

Perbedaan utama antara MLM dan skema piramida adalah apakah itu termasuk dalam definisi strategi pemasaran legal.

Ciri Bisnis MLM yang Baik

Pelajari tentang ciri perusahaan MLM yang legal dan bukan penipuan, berikut ini: 

1. MLM dan Aturan 70%

MLM yang buka skema piramida biasanya akan mematuhi aturan 70%, yang artinya 70% dari semua barang yang dijual harus dibeli oleh non-distributor. Produk dagangan harus dibeli oleh pelanggan asli di luar perusahaan. 

2. Bukan Sekadar Perekrutan Anggota Baru

Tujuan dari perekrutan anggota baru sebagai distributor pada bisnis MLM untuk perluasan strategi bisnis dan jaringan bisnis untuk melibatkan penjualan produk.

Strategi MLM dengan merekrut sebanyak mungkin orang ke dalam tim penjualan mereka untuk menjual produk sebanyak mungkin.

Pendapatan bukan semata-mata dari hasil rekrutan, meskipun itu akan memengaruhi komisinya.

3. Ada Bisnis Asli

Bisnis MLM yang sungguhan juga memiliki konsep bisnis sungguhan. Dalam artian, MLM menyediakan produk dan layanan nyata untuk ditawarkan ke pelanggan dan memang punya manfaat untuk pelanggan. 

Sistem MLM memerlukan jaminan pembelian kembali untuk produk apa pun yang tidak dapat dijual oleh perwakilan penjualan.

4. Menerapkan Strategi Bisnis

Ada strategi bisnis untuk memaksimalkan penjualan. Misalnya, ada riset pasar, penelitian, dan strategi untuk fokus pada target konsumen.

Sales representatif mungkin juga memiliki target penjualan. Mereka bekerja untuk menawarkan produk dan layanan serta keunggulannya. 

5. Perusahaan Terdaftar 

Perusahaan tersebut terdaftar secara legal dan diakui secara hukum. Punya badan hukum yang jelas, Perseroan Terbatas (PT) dan memiliki kantor perwakilannya. Terdaftar di Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI). Selain itu, punya produk/layanan yang jelas sebagai kegiatan usaha. 

6. Ada Skema Pembayaran yang Jelas

Perusahaan yang menerapkan strategi MLM punya struktur perusahaan dan skema pembayaran yang jelas. Pendapatan juga berasal dari persentase penjualan. Upline juga akan membimbing downline untuk melancarkan strategi penjualan. 

Ciri-Ciri Skema Piramida Penipuan 

Jangan terjebak dengan skema piramida berkedok MLM. Cek ciri-cirinya berikut ini:

  • Perusahaan tidak terdaftar dan tidak jelas. 
  • Tidak punya kegiatan bisnis yang jelas. Tidak ada produk/layanan yang menjadi inti kegiatan bisnis. 
  • Skema piramida ilegal fokus pada perekrutan anggota baru, sebagai syarat menghasilkan uang. 
  • Hanya fokus pada perekrutan anggota dan mendorong mereka untuk merekrut lebih banyak orang ke dalam bisnis.
  • Skema piramida merekrut sebanyak-banyaknya orang ke tim dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari investasi/perekrutan rekanan terbaru mereka.
  • Skema piramida meminta investasi yang sangat besar sebagai syarat masuk. Misalnya, uang pendaftaran, iuran, harus membeli produk dengan jumlah tertentu, dll. 
  • Tidak ada strategi bisnis. Tidak fokus pada pelanggan. 
  • Komisi atau pendapatan dihasilkan saat mereka merekrut lebih banyak anggota di bawahnya. 
  • Memainkan emosi kamu, seperti benar-benar menjanjikan peluang dan kesuksesan besar. 
  • Menjual janji manis, seperti akan mendapat banyak komisi dan mejadi kaya raya dengan cepat. 
  • Upline mengatakan bahwa merekrut distributor baru untuk jaringan penjualan kamu adalah cara nyata untuk menghasilkan uang.
  • Kamu membeli produk itu sendiri. Tidak benar-benar ada kegiatan jual beli ke pelanggan asli.
BACA JUGA :  Siklus Bisnis: Tahapan, Fase, dan Cara Ukur

Semoga info di atas bisa membantu kamu membedakan mana bisnis multi level marketing asli dan mana yang hanya skema piramida tidak jelas, agar kamu tidak terperangkap! 

Tujuan Bisnis MLM

Seperti tipe bisnis lainnya, ada tujuan dari bisnis multi level marketing, yaitu:

  • Merekrut banyak anggota untuk memperluas jaringan kerja, pada gilirannya akan memperluas potensi penjualan dan menciptakan sales sesuai target. 
  • Meningkatkan keuntungan dari penjualan produk/layanan perusahaan. 
  • Memperkenalkan dan menjual produk ke target konsumen yang lebih luas. Sesuai dengan domisili atau lingkungan setiap distributor independen itu. 
  • Sebagai salah satu strategi marketing yang lebih dekat dengan audiens atau target konsumen. Misalnya, target konsumen ada di perkampungan kecil di sebuah kota yang tidak terjamah dengan pemasaran iklan di TV atau sosmed, maka distributor yang kebetulan tinggal di sekitar situ akan berperan sebagai media promosi sekaligus untuk strategi penjualan. 
  • Mengelola biaya promosi dengan efisien, dengan langsung merekrut tenaga penjualn berbasis komisi. 
  • Mengelola biaya distribusi dengan lebih efisien. Distributor independen tadi yang akan membawa produk ke lokasi target konsumen. 

Intinya, bisnis multi level marketing bertujuan untuk memaksimalkan penjualan, menghasilkan profit, dan memperkenalkan produk ke target audiens yang lebih lush. 

Kelebihan Bisnis MLM

Cek apa saja keunggulan bisnis multi level marketing!

1. Peluang bagi Wirausahawan 

Ini bisa menjadi peluang kamu memulai bisnis sebagai entrepreneur karena bisa memulai MLM dengan mudah dan modal kecil.

Kamu harus daftar ke perusahaan legal yang menyediakan sistem MLM. Kamu juga bisa belajar bisnis dari tim di sana. 

2. Strategi Pemasaran Hemat Biaya

Bagi perusahaan, MLM adalah strategi yang hemat biaya. Kamu tidak perlu merekrut sales dengan gaji dan sebagainya, tetapi anggota distributor dengan pembayaran berbasis komisi. 

Selain itu, perusahaan juga dapat mengelola biaya pemasaran dan distributor dengan lebih efisien karena ada bantuan dari distributor independen tersebut. 

3. Bisnis dengan Fleksibel

Anggota distributor independen bisa menjalankan MLM secara fleksibel. Di mana dan kapan saja, namun tetap dengan panduang upline mereka. 

4. Belajar Marketing

Kamu akan berada di lingkungan bisnis yang akan mengajarkan kamu banyak ilmu dan strategi bisnis. Di antaranya, pengembangan keterampilan komunikasi ke audiens yang akan menjadi pengembangan pribadi kamu. 

5. Bisnis Tanpa Perantara

Kamu punya akses langsung ke perusahaan, walaupun statusnya sebagai downline. Kamu bisa menyediakan produk perusahaan terbaru dengan harga pihak pertama ke konsumen. 

6. Bisnis Modal Kecil

Memulai sebagai downline, kamu cuma butuh modal kecil tapi sudah bisa dapat produk untuk dijual kembali. 

Kekurangan Bisnis MLM

Ada keunggulan MLM baik bagi perusahaan dan anggota distributor. Meski begitu, ada juga kekurangannya atau tantangan MLM sebagai berikut:

  • Ancaman penipuan dari skema piramida seperti yang sudah dijelaskan. 
  • Penghasilan downline tidak menentu, apalagi tidak memiliki gaji tetap. Ini adalah tantangan bagi kebanyakan salesperson, apalagi ada persaingan perusahaan dan brand
  • Ada keengganan masyarakat untuk beli produk dari MLM karena citra buruk dari skema piramida. 
  • Pertumbuhan bisnis yang lambat. Proses bisnis yang panjang, seperti kamu harus presentasi tentang keunggulan produk atau memperkenalkan produk baru. 
  • Penolakan dan keputusasaan anggota. 
  • Kurangnya pelatihan dan dukungan penjualan. 
BACA JUGA :  Sales: Tujuan, Istilah, Jenis, dan Bedanya dengan Marketing

Tips Memilih Bisnis MLM yang Terpercaya

Bila berpikir atau ditawarkan bisnis multi level marketing, ikuti tips berikut ini:

1. Perusahaan Terdaftar dan Sah

Perusahaan itu harus punya legalitas dan badan hukum yang sah. 

Kamu bisa cek di Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum – Kementerian Hukum dan HAM RI (AHU) di https://ahu.go.id. 

Kamu bisa juga cek legalitas merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di https://pdki-indonesia.dgip.go.id/. 

2. Ada Kegiatan Bisnis yang Jelas

Perusahaan menjual sesuatu dengan jelas, misalnya produk atau layanan. Jenis produk juga jelas dan memiliki manfaat bagi pelanggan. 

3. Skema Bisnis dan Pembayaran yang Jelas

Ada alur dan skema bisnis yang benar, baik dari strategi bisnis dan pembayarannya. Bisnis tidak hanya melibatkan perekrutan anggota sebagai bagian dari bisnis dan cara menghasilkan uang. 

Kamu juga tidak dibebani biaya macam-macam, iuran, atau persyaratan lain yang tidak masuk akal. 

4. Ada Bimbingan

Kamu akan diajarkan tentang strategi bisnis terkait penjualan produk/layanan. Upline akan membimbing downline untuk sama-sama mencapai target penjualan. 

5. Perusahaan Punya Reputasi Baik

Kamu harus mencari tahu bagaimana reputasi perusahaan atau produk yang ditawarkan. Tanya juga pada orang lain yang pernah bergabung dan sistemnya bagaimana. 

Bila perusahaan itu baru dan belum terkenal, setidaknya produk/layanan yang ditawarkan juga punya manfaat. Selebihnya cek legalitasnya.  

6. Jangan Terbuai Harapan Palsu 

Jangan termakan bujuk rayu manis mereka yang menjanjikan kekayaan besar dan cepat. Pahami bahwa bisnis penjualan punya tantangan dan strategi.

Apakah Bisnis MLM Cocok untuk Kamu?

Bisnis MLM yang legal terdengar seperti peluang bisnis yang menjanjikan, namun apakah bisnis ini cocok untuk kamu?

Berdasarkan laporan dari laman Forbes, 99% individu mengalami kerugian. Consumer Awareness Institute menyebutkan itu terjadi karena ada tantangan menjual kembali produk dan merekrut anggota untuk perusahaan pemasaran jaringan.

Mungkin juga ada kesalahan strategi dengan teknik manipulasi. Balik lagi ini adalah tantangan bisnis yang harus dihadapi. 

Di luar sana, ada banyak bukti kesuksesan wirausaha dari MLM. Kamu harus bergabung di perusahaan legal, menawarkan produk yang banyak peminatnya, serta menguasai ilmu marketing. 

Kamu bisa menjual produk secara langsung, atau di media sosial. Selebihnya, kerja sama dan kerja keras untuk mencapai tujuan. 

Contoh Bisnis MLM

Ada banyak perusahan ternama yang menjalankan konsep MLM sebagai salah satu dari bagian strategi marketing yang potensial. Berikut ini beberapa contoh bisnis MLM terpercaya dan masih berjalan hingga saat ini:

1. Tupperware 

Tupperware adalah merek yang menyediakan berbagai jenis peralatan atau perabot rumah tangga. Produk yang paling terkenal dan diminati adalah tempat makan, tempat minum, dan wadah penyimpanan dengan tutup. 

Produk MLM Tupperware terkenal di kalangan ibu rumah tangga. Selain memang memiliki fungsi dan kualitas yang juara, ini juga memandu perekonomian ibu-ibu sebagai distributor independen. 

2. Oriflame

Oriflame adalah merek untuk produk kecantikan, termasuk skin care, kosmetik, hingga parfum. Perusahaan Oriflame ada di lebih dari 60 negara, jadi sudah pasti terpercaya dan kredibel. 

Oriflame bakan punya lebih dari 3 juta anggota distributor independen yang membantu mempromosikan serta menjual produk-produknya di target pasar Indonesia. 

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu bisnis MLM dan perbedaannya dengan skema piramida yang ilegal. Bagaimana, apa kamu merasa cocok dengan jenis bisnis ini?

Cara lain untuk memulai bisnis adalah dengan menjual produk secara online. Melalui toko online, kamu bisa mempromosikan dan menjual produk ke target konsumen yang luas dan potensial. 

Asalkan, toko online itu punya fasilitas lengkap seperti tampilan web yang user friendly, pilihan desain yang sesuai dengan personaliti toko kamu, payment gateway, integrasi ke media sosial, dan punya integrasi kurir sendiri.

Bingung gimana caranya? Takut ribet dan mahal? Jangan khawatir, kamu bisa buat toko online melalui Praktisidigital secara mudah, praktis, dan gratis!