Usaha Konveksi: Jenis, Cara Memulai, Tips Bisnis, dll


Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konfeksi adalah produksi pakaian secara massal yang kemudian dijual kembali sebagai produk jadi. Masyarakat umum mengenalnya dengan ejaan ‘konveksi’ untuk merujuk ke hal yang sama. Yuk, pelajari apa itu bisnis konveksi, cara memulai, tips, dan jenisnya di sini!

Apa Itu Usaha Konveksi?

Usaha konveksi adalah produksi pakaian jadi secara massal. Kemudian hasil produksinya seperti kaos, kemeja, jaket, celana, baju muslim, rok, dan jenis pakaian lainnya siap didistribusikan ke pedagang grosir untuk dijual kembali. 

Meskipun dikatakan produksi massal, namun bisnis konfeksi termasuk dalam kategori industri kecil dan menengah. Kriteria bisnis konveksi adalah:

  • Bisanya hanya pakai 20 mesin jahit sebagai alat produksi. 
  • Memproduksi produk pakaian semua ukuran (S, M, L, XL, XXL, dll). Bagan ukuran antara usaha konfeksi yang satu dan lainnya bisa berbeda–kemudian dijelaskan dalam satuan cm. 
  • Bisa dijalankan secara rumahan hingga skala yang lebih besar. 
  • Memproduksi pakaian dalam partai besar sesuai permintaan.
  • Memproduksi mulai dari puluhan hingga 500 potong pakaian per hari, atau sekitar 10.000 ribuan potong pakaian per bulan. 

Bila usaha produksi pakaian mampu memproduksi lebih dari 10.000 potong pakaian dengan peralatan canggih dan lengkap, juga punya manajemen pegawai yang terstruktur–maka industri itu disebut dengan usaha garmen. 

Sementara bila usaha hanya memproduksi 1-5 pakaian per bulan dengan alat-alat yang lebih sederhana lagi, itu disebut usaha penjahit rumahan. 

Bisnis konveksi memiliki pasar tersendiri yang cukup besar karena banyak peminatnya dan kompetitor masih tergolong sedikit. Terlebih lagi, permintaan pasar akan pakaian terus ada terkait perubahan tren dan fungsinya. 

Jenis Bisnis Konveksi 

Bisnis konveksi memproduksi pakaian, dengan spesialisasi masing-masing. Berikut ini beberapa jenis konveksi dengan permintaan pasar yang paling tinggi: 

1. Konveksi Kaos

Bisa dikatakan, bisnis konveksi adalah yang paling laris karena banyak permintaan dari pelanggan. 

Kaos adalah jenis pakaian sehari-hari yang nyaman digunakan. Usaha konveksi biasanya memproduksi kaos polos, kaos sablon, atau kaos dengan desain sesuai pesanan. 

2. Konveksi Baju Anak

Jual baju anak juga termasuk bisnis yang menjanjikan.

Konveksi baju anak berarti hanya memproduksi pakaian anak-anak, baik anak laki-laki dan perempuan. Mulai dari pakaian bayi hingga kategori pakaian anak berdasarkan usianya. 

Pakaian anak harus dibuat dari bahan yang adem dan menyerap keringat. Plus, desain baju anak harus bagus dan mengikuti tren. 

3. Konveksi Pakaian Wanita

Gaya fashion wanita berganti setiap hari. Maka dari itu, bisnis konveksi khusus pakaian wanita bisa sangat berkembang mengikuti tren. 

Ada banyak kategori pakaian wanita, seperti blouse, kaos, setelan kantor, gaun, dress, baju muslim, outer wanita, dan sebagainya. 

4. Konveksi Pakaian Muslim

Sebagai penduduk dengan mayoritas Islam, tentu saja permintaan akan pakaian muslim cukup tinggi. Maka dari itu, bisnis konveksi spesialis pakaian muslim dapat berkembang pesat.

Termasuk pakaian muslim wanita seperti baju gamis, hijab, dan baju muslim sehari-hari dengan tren terbaru. Juga pakaian pria muslim seperti baju koko, sarung, dan peci–serta pakaian muslim anak-anak. 

5. Konveksi Baju Seragam

Terutama menjelang tahun ajaran baru, bisnis konveksi akan fokus memproduksi baju seragam sesuai dengan permintaan. 

Selain dijual secara eceran untuk toko grosir, pihak konveksi juga menerima pesanan kerja sama dengan pihak sekolah. 

6. Konveksi Khusus Baju Pria 

Meskipun tren baju pria tidak berganti secepat tren fashion wanita–bahkan dikatakan pria tidak memiliki banyak gaya pakaian, tapi sebenarnya permintaan akan pakaian pria juga tinggi. 

Biasanya, kemeja, kaos polos, kaos bergambar, atau kaos dengan desain sendiri menjadi fokus dari usaha konveksi spesialis baju pria. 

7. Konveksi Pakaian Sesuai Pesanan 

Bisnis konveksi juga menerima pesanan pakaian apapun, partai kecil atau pun partai besar. Misalnya, seragam pegawai, baju partai, merchandise, baju olahraga, kaos brand, dan sebagainya. 

Bisnis konveksi memenuhi kebutuhan pesanan dan permintaan jenis pakaian apa saja. 

Cara Memulai Usaha Konveksi bagi Pemula

Tidak bisa asal memulai bisnis konveksi. Simak beberapa persiapan untuk memulai bisnis konveksi berikut ini: 

1. Menentukan Jenis Produksi

Sudah dijelaskan tentang jenis produksi konveksi di atas, mana yang punya peluang besar untuk kamu jalani?

Menentukan jenis produk yang akan diproduksi harus berdasarkan:

  • Sesuai minat kamu, sehingga kamu akan lebih detail dan bersemangat. Apalagi bila kamu ingin desain sendiri. 
  • Target konsumen. Segmentasi pasar mana yang paling punya peluang?
  • Visi dan misi kamu. 
  • Persaingan bisnis di industri tersebut. 

2. Buat Rencana Bisnis

Awalnya, kamu mungkin bisa buat rencana kasar untuk bisnis kamu. Itu termasuk:

Membuat daftar rencana akan memudahkan kamu untuk memikirkan konsep dan detail bisnis.

3. Analisis Bisnis 

Rencana bisnis yang kamu buat pertama kali pasti tidak sempurna. Itu wajar, sehingga kamu harus lakukan analisis bisnis secara berkala. 

Detail mana yang bisa direalisasikan, mana yang tidak masuk akal, dan mana yang masih harus dipertimbangkan lagi?

Kamu juga harus membuat analisis tentang:

  • Peluang bisnis.
  • Potensi pasar.
  • Timeline produksi.
  • Risiko bisnis
  • Sumber daya manusia dan alat. 
  • Berbagai kebutuhan lainnya. 

Poin nomor 1-3 di atas masih berhubungan. Silakan gunakan teknik analisis bisnis untuk membantu kamu mendapatkan rancangan bisnis paling ideal. 

4. Siapkan Modal Usaha

Kamu bisa mendapatkan modal tambahan dari pinjaman modal usaha. Tapi, rancangan bisnis harus sesuai dengan modal usaha yang dimiliki. 

Bila modalnya terbatas, mungkin kamu bisa mulai dengan produksi skala kecil dulu. 

Dengan beberapa mesin jahit sederhana, atau mengerjakan seluruh produksinya sendiri bila belum bisa merekrut pegawai. 

Pertimbangkan juga untuk menggunakan produk white label, bila belum bisa produksi produk dari awal sendiri karena itu butuh modal cukup besar. 

5. Dapatkan Vendor Terbaik

Supplier kain atau bahan yang memberi produk berkualitas dengan harga bersahabat. 

Vendor juga akan memudahkan kamu untuk mendapat kain sesuai pesanan. Mungkin juga butuh berlangganan dengan vendor mesin jahit, peralatan menjahit lengkap, dan sablon. 

6. Menjalin Saluran Kerja Sama

Kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk distributor, mitra, toko grosir, investor, dan sebagainya. 

Sebelumnya, lakukan networking untuk memelihara dan membangun jaringan yang saling menguntungkan satu sama lain dalam jangka panjang. 

7. Merancang Alur Produksi

Memahami alur produksi dari awal, termasuk:

  • Menyiapkan bahan material. 
  • Membuat perencanaan pola.
  • Proses memotong kain dan mengukur bahan. 
  • Setting aplikasi.
  • Proses aplikasi. 
  • Proses penjahitan. 
  • Quality control. 
  • Pengemasan. 

Itulah beberapa tips untuk memulai bisnis konveksi. 

Tips Menjalankan Usaha Konveksi

Simak beberapa tips menjalankan bisnis konveksi agar sukses: 

1. Manajemen Keuangan

Pelajari tentang manajemen keuangan dalam bisnis. Perhitungan modal dan biaya produksi harus seimbang.

Kamu bisa belajar seputar bisnis dan manajemen keuangan dari ahlinya di Praktisidigital Business Academy

2. Menjadi Agen Grosiran

Pertimbangkan untuk jadi agen grosiran kaos polos, bila belum punya cukup modal untuk sablon kaos atau produksi model pakaian sendiri. 

3. Produksi Pakaian Sesuai Tren

Memproduksi pakaian dengan tren terbaru untuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikuti tren yang berkembang agar usaha tetap relevan di industri dan selalu laris. 

4. Membangun Branding

Strategi branding adalah strategi untuk menyampaikan pesan, nilai, dan ciri khas produk bisnis ke para target pelanggan. 

Membangun brand awareness berarti menciptakan brand image yang mudah dikenali dan diingat. Bila pelanggan sudah kenal dengan produknya, maka mereka akan lebih percaya untuk menggunakan produknya.

Buktikan bahwa produk pakaian dari bisnis konveksi punya kualitas bagus, nyaman dipakai, desain yang keren, dan harganya bersaing. 

5. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah pendekatan untuk mempromosikan brand dan produk. Ada berbagai marketing campaign untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan penjualan, hingga membangun brand loyalty

6. Jalankan Model B2B

Bisnis konveksi paling cocok dijalankan dengan model B2B atau Business to Business. 

Artinya, bisnis konveksi kamu menawarkan produk ke organisasi, instansi, lembaga, atau perusahaan lainnya. 

Pasalnya, perusahaan lain sering membutuhkan jasa produksi kaos dari konveksi untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, memproduksi seragam, baju brand, kostum event, dan sebagainya. 

7. Memasarkan Bisnis Konveksi secara Online 

Pasarkan bisnis kamu untuk jangkauan yang lebih luas dengan pendekatan bisnis online. Baik untuk target pasar konsumen terakhir, ataupun buka penawaran untuk grosir lainnya. 

Bila dijalankan dengan baik, bisnis online bisa membuka kesempatan bisnis yang lebih luas. 

Gimana caranya? Kamu buat toko online melalui Praktisidigital, mulai gratis! Menyediakan fasilitas dan panduan bisnis online yang lengkap dan komprehensif. 

Cara buatnya juga mudah, tinggal login dan atur tampilan toko online dengan pilihan template yang bisa dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan kamu.  

Kendala Umum dalam Usaha Konveksi

Tentu saja ada risiko bisnis yang harus diantisipasi sejak awal. Berikut ini beberapa kendala pada bisnis konveksi yang paling umum terjadi:

1. Perubahan Industri Mode yang Cepat

Perubahan tren fashion yang sangat cepat bisa menguntungkan, tapi juga bisa memicu masalah. 

Ketika bisnis konveksi tidak bisa mengikuti tren fashion itu, sehingga kehilangan pelanggan potensial. Atau, produk dianggap ketinggalan zaman. 

Sebaliknya, terlalu mengikuti tren fashion yang cepat berganti bisa membuat bisnis konveksi jadi tidak punya ciri khas sendiri. 

2. Adanya Produk Reject 

Produk pakaian yang sudah jadi, tapi ada kesalahan kecil dan tidak lolos dalam sesi quality control. 

Akhirnya, itu menjadi product reject yang tidak bisa dijual atau bisa dijual lagi dengan harga ekstra diskon. Ini akan memngaruhi pendapatan bisnis. 

3. Pengaruh Inflasi 

Ini adalah faktor eksternal yang memengaruhi daya beli masyarakat terhadap banyak barang kebutuhan. 

Masyarakat mungkin lebih memilih untuk belanja produk makanan dan kebutuhan lain yang lebih urgent, daripada pakaian. 

Itulah pembahasan lengkap tentang bisnis konveksi, termasuk jenis, cara memulai, dan tips mengembangkannya. Kamu mungkin perlu berkonsultasi bisnis dengan ahlinya, serta terus mencoba dan terjung langsung untuk bisa belajar menjadi pebisnis sukses. 

Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menjalankan bisnismu sendiri! Bila berpikir untuk buat bisnis online, ingat untuk buat toko online melalui Praktisidigital!