12 Cara Bisnis Furniture (Mebel) agar Untung Besar


Bisnis furniture adalah salah satu peluang usaha yang menjanjikan untuk jangka panjang. Mari pelajari cara bisnis mebel pada pembahasan berikut ini! 

Cara Bisnis Furniture bagi Pemula 

Meskipun untuk memulai bisnis mebel butuh modal yang tidak sedikit, namun bisnis ini memiliki peluang sukses dan keuntungan yang cukup menjanjikan. 

Produk furnitur atau perabot rumah tangga selalu ada peminatnya sejak zaman dulu hingga sekarang. Konsumen butuh aneka produk furnitur untuk memenuhi kebutuhan di rumah atau kantor, seperti sofa, meja, lemari, dan sebagainya. 

Bila ingin memulai bisnis ini, pahami cara bisnis mebel bagi pemula berikut ini: 

1. Siapkan Modal Usaha

Kamu harus menyiapkan modal usaha yang cukup untuk buka toko mebel. Itu termasuk biaya untuk produksi atau membeli mebel dari grosir, menyewa toko, budget operasional, dan gaji pegawai bila ada. 

Bila modal bisnis furniture hanya sedikit, bisa mulai menjual furniture online dengan sistem reseller. Kamu tidak perlu membeli furnitur itu, tapi membantu menjualkannya hanya dengan mengunggah katalog dari toko furnitur terpercaya. 

2. Cari Lokasi Strategis 

Cari lokasi strategis bila ingin membuka toko mebel konvensional. Lokasi strategis akan membuka peluang calon konsumen lebih luas karena toko kamu mudah dilihat dan ditemukan. 

Di bagian luar toko, kamu juga harus menata display mebel dengan rapi dan menarik. Sementara untuk gudang produksi bisa dipisahkan di tempat lain.

3. Analisis Target Pasar 

Cermat memilih target pasar, berarti kamu juga harus menyesuaikan model, desain, dan bahan baku furnitur tersebut. 

Bila mengincar kelas eksekutif, berarti kamu harus menyiapkan berbagai jenis furnitur dengan desain mewah, bahan kayu jati, gaya interior shabby chic, French country style, Scandinavian, dan produk yang menonjolkan kesan elegan. 

Sebenarnya kamu juga bisa menyediakan semua jenis furnitur, bagi kelas menengah hingga kelas atas. 

4. Produksi Furnitur Sendiri

Banyak juga toko furnitur yang memproduksi produknya sendiri. Ini memberi kamu ruang untuk berkreativitas dan membuat desain dengan ciri khas yang tidak ada di toko lainnya. 

Ide yang bagus bila kamu memang punya kemampuan desain dan keterampilan itu. Budget untuk produksi sendiri mungkin tidak terlalu mahal dibandingkan dengan membeli produk dari vendor, tapi harus lebih teliti dan memakan proses lebih lama. 

5. Kerja Sama dengan Vendor Terbaik

Selain produksi sendiri, tidak ada salahnya mengambil produk dari vendor yang terpercaya. Bila membeli dalam partai besar biasanya harganya akan lebih murah. 

Vendor furnitur akan membantu kamu menyiapkan berbagai jenis furnitur dengan lebih mudah, agar barang dagangan kamu lengkap. Kamu juga bisa menghubungi vendor untuk menyiapkan produk sesuai dengan pesanan konsumen khusus. 

6. Sediakan Berbagai Desain Menarik 

Kamu harus menyediakan berbagai furnitur berkualitas dengan desain menarik. Umumnya, konsumen punya keinginan berbeda untuk desain furnitur di rumah atau kantornya. 

Mulai dari furnitur minimalis, klasik, retro, furnitur modular, dan sebagainya. Semakin lengkap, akan semakin menarik konsumen. Ikuti juga tren furnitur yang sedang digandrungi saat ini. 

7. Pilihan Furnitur Berdasarkan Bahan Baku 

Bahan baku furnitur juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli furnitur. 

Ada yang memilih bahan baku dari kayu jati, material alami, rotan, medium density fibreboard (serbuk gergaji kayu yang dipadatkan), kaca, kristal, ornamen bahan tenun, dan sebagainya. 

Bahan baku akan menentukan kualitas produk, juga menentukan harganya. Bahan baku medium density fibreboard tentu lebih murah daripadai material kayu. Kamu bisa menyelesaikannya untuk target konsumen. 

8. Kerja Sama dengan Pihak Ketiga 

Silakan kerjasama dengan pihak ketiga yang membutuhkan furnitur. Misalnya, developer perumahan yang sedang butuh berbagai furnitur yang lengkap untuk rumah yang akan dijual atau perkantoran yang butuh meja, kursi kantor, rak, dan sebagainya dalam jumlah besar. 

Menargetkan produk untuk korporat bisa menghasilkan keuntungan yang besar. 

9. Bergabung dengan Komunitas 

Bergabung dalam komunitas atau asosiasi furnitur di wilayah kamu, agar kamu punya koneksi dan menjalin hubungan baik dengan sesama pebisnis medel. Tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama di masa depan.

10. Berikan Penawaran Menarik 

Cara bisnis furniture dengan memberi promo menarik. Misalnya, potongan harga, hadiah gratis, atau bundling produk. 

Umumnya, konsumen akan melakukan tawar-menawar dalam membeli produk furnitur. Nah, kamu harus pintar-pintar memberi harga yang pas untuk konsumen dan tetap dapat keuntungan. 

11. Branding di Media Sosial 

Cara bisnis mebel dengan melakukan branding di media sosial. Artinya, kamu memperkenalkan brand atau produk kamu di media sosial. 

Kamu bisa mengunggah berbagai foto estetika produk furnitur kamu, informasi harga, dan info produk lainnya. Terutama di media sosial, audiens cenderung tertarik pada visual produk yang aesthetic

Ini akan memudahkan konsumen untuk punya gambaran tentang furnitur apa yang mereka inginkan dan kemana mereka harus membeli—baik di toko fisik atau toko online kamu.

12. Buat Website Toko Online 

Kamu bisa bisnis furniture online menggunakan media sosial, bergabung di e-commerce, dan website toko online. Ini akan memudahkan konsumen dalam membeli, sediakan fitur gratis atau potongan ongkir spesial. 

Optimalkan bisnis kamu dengan membuat website toko online di Praktisidigital. Toko kamu akan menjadi kredibel dan lebih profesional. Kamu bisa menyajikan lebih banyak informasi di website toko online

Caranya mudah, cukup klik daftar, isi data yang diperlukan, unggah katalog, dan mulai bisnis online seperti panduan. Kamu bisa menjangkau lebih banyak konsumen tidak terbatas dengan bisnis furniture online